Kini Masuk Istana, Inilah Daftar Kehebatan Ali Mochtar Ngabalin Kapolri Jenderal Tito Pun Mengaku
Ali Mochtar Ngabalin masuk lingkaran dekat Istana setelah direkrut oleh Moeldoko.
Mereka adalah praktisi ekonomi Hari Prasetyo sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III (bidang kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis), Novi Wahyuningsih sebagai Tenaga Ahli Muda Kedeputian IV (bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi) yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha sekaligus programmer aplikasi percakapan buatan dalam negeri Callind.
Selain itu, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Juri Ardiantoro sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian V (bidang politik dan pengelolaan isu Polhukam).
3. Pernah Jadi Target dan Dimata-matai Polisi
Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian "menggoda" politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin, saat menjadi pembicara dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Komunikator Politik Nasional Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
Tito menyinggung soal Ngabalin yang ikut aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akhir tahun 2016.
Awalnya, Tito membandingkan era demokrasi yang ada saat ini dengan era pemerintahan Soeharto pada orde baru.
Lalu, ia menyinggung soal aksi Ngabalin saat berdemo.
"Zaman dulu kalau bang Ali Ngabalin demo-demo depan Istana, besoknya sudah ke Kramat 7 (ditangkap). Tapi kemarin kita bisa lihat dengan bebasnya Bang Ali Ngabalin ngomong gini gini gini, saya ngintipin aja, ada salahnya enggak ini," kata Tito.
Ali Mochtar dan para kader Golkar yang hadir langsung tertawa mendengar pernyataan Tito itu.
Tito mengaku memantau segala aktivitas demo melalui layar yang ada di sebuah posko di Monas.
"Kita liatin salah enggak nih kawan. Kalau salah kita angkat dia ini," kata Tito.
Tito mengatakan, apabila unjuk rasa dilakukan masih dalam koridor hukum yang berlaku, maka polisi tidak akan melakukan penindakan.
"Canggihnya kawan kita ini enggak ada salahnya. Abis marah-marah, nyebut nama pemerintah dan Presiden, selesai itu WA (WhatsApp) lagi, 'Gimana kakak? Bagus tidak?'" kata Tito.
"Saya bilang, sudah mantap dalam koridor hukum," kata Tito.
Tito menilai Ali Mochtar Ngabalin sebagai salah satu komunikator yang handal. Sebab, ia bisa menyampaikan pesan yang cukup ekstrem saat unjuk rasa, namun tetap tidak melanggar aturan yang berlaku.