Kini Masuk Istana, Inilah Daftar Kehebatan Ali Mochtar Ngabalin Kapolri Jenderal Tito Pun Mengaku
Ali Mochtar Ngabalin masuk lingkaran dekat Istana setelah direkrut oleh Moeldoko.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dulu sering mengeritik kebijakan Presiden Joko Widodo, tiba-tiba politisi kelahiran Sulawesi Selatan, Ali Mochtar Ngabalin, masuk Istana.
Ali Mochtar Ngabalin masuk lingkaran dekat Istana setelah direkrut oleh Moeldoko.
Ngabalin saat ini berkiprah di Partai Golkar.
Baca: Link Live Streaming PSM Makassar vs Borneo FC Malam ini: Juku Eja Incar 3 Poin Penting
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko membenarkan dirinya merekrut Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP.
Baca: Live Liga 1 Borneo FC Vs Bali United, Ini LINK LIVE STREAMING Vidio.com, Siapa 3 Poin?
Moeldoko menegaskan, pengangkatan Ali untuk memperkuat peran KSP berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015.
Baca: Daftar Nama 11 Jenderal di Belakang Jokowi Jelang Pilpres 2019, Persiapan Redam Prabowo?
Salah satunya soal fungsi komunikasi politik kepada publik.
"Dia adalah politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Dia ini juga akan membantu mengkomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sudah banyak program dan kebijakan yang dibuat pemerintah serta memerlukan komunikasi ke publik yang lebih luas," kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Dirangkum tribun-timur.com dari Kompas.com dan Tribunnews.com berikut tugas baru Ali Mochtar Ngabalin dan sejumlah kelebihannya.
1. Tugas Utamanya Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko itu sekaligus membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Ali Mochtar diangkat sebagai Staf Khusus Presiden atau Juru Bicara Presiden.
"Tugasnya itu adalah sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden, bukan sebagai Juru Bicara Presiden atau Staf Khusus Presiden," lanjut Moeldoko.
2. Dulu Kerap Kritik Jokowi Kini 'Dimaafkan'
Mengenai aksi Ali Mochtar pada masa lalu yang lebih banyak melontarkan kritik untuk pemerintah Jokowi, Moeldoko tidak mempersoalkannya.
"Bagi pemerintah, tidak ada yang namanya lawan politik. Semua adalah partner dalam demokrasi," ujar dia.
Tidak hanya Ali Mochtar Ngabalin Selain Ali Mochtar, Moeldoko rupanya juga merekrut sejumlah tokoh untuk dijadikan sebagai tenaga profesional lainnya.