Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SYL Masuk Bursa Capres 2019, Ini Analisa Pengamat Politik Unhas

Azwar menganggap Syahrul Yasin Limpo butuh dorongan dari Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Charta Politica Indonesia telah mengeluarkan survei terbaru jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Charta Politica Indonesia telah mengeluarkan survei terbaru jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Azwar Hasan MSi mengatakan masuknya mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ini tidak terlalu mengejutkan karena SYL pernah menjadi gubernur dan ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

"Saya kira ini baru elektabilitas pribadi Pak Syahrul, ini akan melejit ketika mendapatkan dukungan penuh dari Partai Nasdem," kata Azwar.

Syahrul mengalahkan tingkat keterkenalan dari empat ketua partai yakni Airlangga Hartarto (Ketua DPP Partai Golkar), M Romahurmuziy (ketua DPP PPP), M Sohibul Iman (Ketua DPP PKS) dan Grace Natalie (Ketua DPP PSI).

Baca: VIDEO: SYL Jadi Jurkam Calon Wali Kota Usungan Nasdem di Palembang

Namun, Azwar menganggap Syahrul Yasin Limpo butuh dorongan dari Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Saya kira di internal Partai Nasdem cukup ketat sehingga siapapun yang mendapatkan rekomendasi maka, akan mendapatkan dorongan kuat untuk menjadi wakil presiden," katanya.

Syahrul punya kapasitas pengalaman sebagai gubernur dua periode.

Syahrul pernah memimpin partai tingkat provinsi.

"Pak Syahrul membutuhkan Nasdem untuk bermain di kolam nasional. Saya kira Pak Syahrul selama ini sudah diberikan ruang untuk keliling daerah," katanya.

Baca: 3 Alasan Purnawirawan Jenderal Bintang 4 Paling Potensial Tumbangkan Jokowi di Pilpres

Syahrul punya tingkah keterkenalan sebanyak 17,3 persen dengan tingkat kesukaan 90,3 persen.

Berikut peringkat secara kesukaan dan popularitas yakni Joko Widodo, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Basuki Tjahaja Purnama, Anies Rasyid Baswedan.

Agus Harimurti Yudhoyono, Susi Pudjiastuti, Hary Tanoesoedibjo, Gatot Nurmantyo, dan Khofifah Indar Parawansa.

Selain itu, ada juga nama Sri Mulyani, Mahfud MD, Tri Rismaharini, Hutomo Mandala Putra, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani, Yuzril Ihzan, Chairul Tanjung, Luhut Panjaitan, Zulkifli Hasan.

Said Aqil Siradj, M Zainul Majdi, Moeldoko, Soekarwo, Ahmad Heryawan, Anis Matta, Syahrul YL, Alex Noerdin, Budi Gunawan.

Airlangga Hartarto, M Romahurmuziy, Sohibul Iman, Jimly Asshiddiqie, Grace Natalie, Nadiem Makarim, Hadi Tjahjanto, William Wijaya, Irwan Prayitno, dan Achmad Zaky.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved