Jalur Pendakian di Gunung Bawakaraeng Bakal Ditutup Sementara, Ini Sebabnya
Menurut sejarah, Gunung Bawakaraeng rupanya mulai didaki oleh warga Negara Belanda padan Tahun 1933.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Gunung Bulu Bawakaraeng menjadi ikon Kabupaten Gowa bagi kalangan pendaki dan pecinta alam.
Bukan hanya Sulsel, namun seantaro nusantara Indonesia namanya dikenal.
Namun kini, hanya kesedihan jika melihat kondisi gunung tersebut.
Menurut sejarah, Gunung Bawakaraeng rupanya mulai didaki oleh warga Negara Belanda padan Tahun 1933.
Dan saat itu adalah kali pertama Gunung Bawakaraeng dikatakan rusak.
Inilah yang menjadi dasar mencuatnya keinginan para pemerhati Gunung Bawakaraeng termasuk Forum Intelektual Selatan Sulawesi untuk menutup sementara gunung yang menjadi sumber air masyarakat Gowa itu.
Baca: Minimalisir Sampah, Barang Bawaan Pendaki Gunung Bawakaraeng bakal Diperiksa
Hal ini disampaikan pemerhati alam Sulsel, Nevy James, yang sudah 30 tahun naik turun di Gunung Bawakaraeng.
Dari presentasenya dalam diskusi tentang kondisi Gunung Bawakaraeng terkini dengan pihak Pemerintah Kabupaten Gowa, Nevy menegaskan jika Bawakaraeng harus bersih akan aktivitas pendakian.
"Saat ini sudah 45 persen kerusakan yang terjadi. Dari gambar yang ada jelas terlibat bagaimana kondisi gunung kebanggaan kita itu," ujarnya, Senin (21/5/2018).
Sampah berserakan, pohon semakin gersang, banyak yang mati, erosi tanah akibat aktivitas pendaki yang mencapai 5.000 per bulan, air sungai yang berkurang ditambah dengan limbah kimia mineral dari pengunjung yang tak henti-henti.
Baca: Mulai Hari Ini, Pemkab Gowa Berlakukan ASN Salat Tepat Waktu
"Bawakaraeng itu beda dengan gunung-gunung di Jawa. Tanahnya bukan dari vulkanik dan magma. Tapi debu vulkanik sehingga sangat rapuh jika diinjak terus menerus tanpa bernafas," lanjutnya.
Dia menceritakan jika bencana Gunung Bawakaraeng longsor pertama kali itu adalah tahun 1965.
Sedangkan longsor 2004 itu hanyalah sisa dari longsor sebelumnya.
Ketakutannya jika tidak diistirahatkan, Gunung Bawakaraeng akan semakin rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/puncak-gunung-bawakaraeng_20170818_221130.jpg)