Sejak Difungsikan, Air Hanya Sekali Mengalir di Pasar Tramo Maros
Toilet yang tersedia juga tidak dialiri oleh air. Warga maupun pedagang yang ingin buang air, harus keluar dari pasar
Penulis: Ansar | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sejak difungsikan sebulan lalu, persediaan air di Tramo Butta Salewangang Maros tidak maksimal, bahkan baru mengalir sekali.
Seorang pedagang daging ayam, Yuba, mengatakan saat itu, Bupati Maros, Hatta Rahman berkunjung dan memeriksa fasilitas pasar.
Setelah itu, semua kran yang terpasang tidak lagi dialiri air. Beberapa kali pedagang mempertanyakan hal tersebut ke pengelola pasar, tapi tidak direspon.
"Baru sekali air mengalir. Pada saat Bupati berkunjung ke sini. Setelah itu, air berhenti mengalir sampai sekarang. Padahal kami sangat butuh air," katanya, Jumat (18/5/2018).
Toilet yang tersedia juga tidak dialiri oleh air. Warga maupun pedagang yang ingin buang air, harus keluar dari pasar untuk mencari toilet.
"Di toilet saja, air tidak mengalir. Jadi kalau kita mau kencing, harus keluar. Dagangan terpaksa ditinggal sementara," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Frans Johan, mengakui tidak maksimalnya aliran air ke Tramo sejak difungsikan, Jumat (18/5/2018).
Dia telah meminta ke pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), supaya segera mengalirkan air ke pasar.
Namun permintaan tersebut diabaikan. Saat ini, Kopumdag juga membangun sumur bor.
"Kami tidak tahu kenapa PDAM tidak mau mengalirkan air ke pasar. Kami sudah meminta segera mengalirkan air. Makanya kami membangun sumur bor untuk kebutuhan air bersih pasar," ujarnya.
Frans berjanji segera merampungkan instalasi air sumur bor untuk kebutuhan air di pasar. Nantinya, pasar juga tidak mau menggunakan lagi air PDAM.
Dia juga tidak mengerti, alasan PDAM tidak mengalirkan air bersih ke pasar Tramo. Padahal, pipa telah terpasang dan disambung sendiri oleh PDAM.
"Apa alasan PDAM tidak mengalirkan airnya ke sana. Padahal pipanya sudah ada dan terpasang. Pak Bupati juga sudah pernah sampaikan ke PDAM supaya mengalirkan air ke pasar," ujarnya.
Selain air, sejumlah pedagang di pasar BSM mengeluhkan masih minimnya pembeli. Pasalnya eks pasar sentral, masih tetap beroperasi.
Pembeli masih lebih memilih ke pasar lama dibandig Tramo. Mereka berharap, agar persoalan itu bisa segera ada jalan keluarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tramo_20180518_162758.jpg)