Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tidak Shalat Tarawih, Apakah Puasa Kita Juga Tidak Sah atau Amalnya Tak Diterima? Baca Penjelasannya

Terkait dengan salat tarawih, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa Ramadan tidak sah tanpa salat tarawih?

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Jamaah mendengarkan ceramah salat tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/5/2018). 

USHOLLI SUNNATAT TARAAWIHI ROK’ATAINI MA'MUMAN LILLAHI TA’ALAA

Terjemahannya, "Saya niat salat tarawih dua rakaat sebagai makmum (mengikut) karena Allah Ta’alaa."

Jika salat berjamaah dan menjadi imam, niatnya ditambah dengan kata imaman menjadi:

USHOLLI SUNNATAT TARAAWIHI ROK’ATAINI IMAMAN LILLAHI TA’ALAA

Tata Cara Salat Tarawih

Dinamakan salat tarawih karena setiap selesai dua salam (empat rakaat) dianjurkan istirahat sejenak.

Dalam kitab Al-Muwatha’, Imam Malik menuturkan mengenai jumlah rakaat salat tarawih.

Yakni pada masa Umar, salat tarawih dilakukan sejumlah 23 rakaat.

Yaitu 20 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir.

Salat tarawih dilaksanakan 20 rakaat dengan 10 kali salam, dalam bilangan 2 rakaat.

Pada prakteknya di Indonesia, kalangan umat islam juga ada yang melakukan sejumlah 11 rakaat, yaitu 8 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

Tentu perbedaan seperti ini tidak perlu diruncingkan dan dipermasalahkan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved