Tidak Shalat Tarawih, Apakah Puasa Kita Juga Tidak Sah atau Amalnya Tak Diterima? Baca Penjelasannya
Terkait dengan salat tarawih, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa Ramadan tidak sah tanpa salat tarawih?
Kamipun meminta beliau, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita tambah salat tarawih hingga akhir malam?’
Kemudian beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang salat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala salat tahajud semalam suntuk.’
Kemudian H-4, beliau tidak mengimami jamaah tarawih, hingga H-3, beliau kumpulkan semua istrinya dan para sahabat.
Kemudian beliau mengimami kami hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak mendapatkan sahur.
Selanjutnya, beliau tidak lagi mengimami kami hingga Ramadan berakhir. (HR Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).
Kesimpulan yang bisa garis bawahi dari hadist di atas, bahwa para sahabat pada beberapa malam mereka tidak shalat tarawih berjamaah, meskipun bisa jadi mereka salat tahajud di masjid.
Akan tetapi mereka juga puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadaknya.
Karena itu, puasa tanpa tarawih hukumnya sah, karena tarawih buakn syarat sah puasa Ramadan.
Niat Salat Tarawih
Berikut lafadz niat salat tarawih berikut latin dan terjemahannya:
اُصَلّى سٌنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATAT TARAAWIHI ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA
Terjemahannya, "Saya niat salat tarawih dua rakaat karena Allah Ta’alaa."
Niat ini saat salat sunah tarawih sendiri.
Jika berjamaah dan menjadi makmun, niatnya ditambah dengan kata ma'mum menjadi: