MIWF dan Identitas Kota
Makassar International Writer Festival (MIWF) VIII 2018, resmi ditutup, Minggu (6/5/2018).
Penulis: CitizenReporter | Editor: Mahyuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makassar International Writer Festival (MIWF) VIII 2018, resmi ditutup, Minggu (6/5/2018).
Berikut catatan dari Moch Hasymi Ibragim, salah satu board member Rumata Artspace Foundation, penyelenggara acara literasi tahunan ini;
Kerja kami dilandasi niat tulus tanpa pretensi untuk memberi kota ini identitas kultural dan intelektual, sekaligus membuktikan bahwa hal itu dapat terwujud melalui energi yang datang dari warga biasa, dari para volunteer.
Demikian kurang lebih penegasan Lily Yulianti Farid, Direktur Makassar International Writers Festival (MIWF), pada pembukaan festival tahun ke-8 yang berlangsung 2 s/d 5 Mei 2018.
Sebuah penegasan yang mengisyaratkan bahwa Makassar telah menjadi satu titik penting dalam jaringan festival penulis dunia, tetapi sekaligus sangat memerlukan sentuhan dan dorongan yang lebih besar untuk memiliki identitas sebagaimana dimaksud.
Ratusan penulis dalam dan luar negeri yang datang ke Makassar, tampaknya belum cukup kuat untuk menyadarkan pihak yang berkepentingan dalam kepengurusan kota dan daerah ini.
Kurangnya perhatian dan rendahnya apresiasi terhadap karya-karya kultural, sastra misalnya, dapat diduga sebagai penyebabnya.
Selain tentu yang sejak mula bisa ditebak, bahwa bekerja di jalan kultural dan intelektual, dipandang sangat berjauhan dengan kegunaan praktis seperti elektoral dalam pemilu atau popularitas dalam merawat dukungan dan kuasa.
Tetapi MIWF sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2011 sudah di-setting lebih sebagai gerakan warga, sejalan dengan visi Rumata’ Artspace penyelenggaranya. Yaitu bahwa festival ini adalah sebuah inisiatif dari mereka yang mencintai Makassar dan berkeinginan kuat menjadikan kota ini sebagai sebuah titik penting dalam percakapan intelektual dan kebudayaan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
Upaya ini kemudian terbukti dari tahun ke tahun penyelenggaraan MIWF. Antusiasme para penulis penting Indonesia untuk datang ke festival, telah menjadikan event ini sebagai kalender rutin tahunan dalam pergaulan para penulis, perjumpaan dengan pembaca mereka dan interaksi positif yang melahirkan inisiatif-inisiatif baru dalam produksi dan penyelenggaraan kegiatan kepenulisan, penerbitan dan perbincangan publik dengan tema-tema strategis untuk menyumbang perkembangan pemikiran bangsa ini.
Lebih dari itu, para penulis asing dari belahan bumi mana pun juga telah menjadikan Makassar dan festival ini sebagai salah satu titik tujuan penting dalam persebaran karya dan perluasan pembaca terutama karya-karya sastra dan pemikiran lainnya.
Ini tentu suatu hal yang menggembirakan, sebab terasa kemudian bahwa kebutuhan sebagian besar warga Makassar untuk menjadikan kotanya sebagai kota terhormat, bermartabat dan dikenal dunia, perlahan telah menemukan wujud dan jawabannya. Meski harus diakui bahwa hal ini tentu bukan sesuatu yang mudah dan sekali jadi.
Salah satu poin penting mengapa festival ini tetap dapat terawat dan semakin baik dari tahun ke tahun karena sistim festival ditopang oleh energi dan antusiasme yang datang dari kalangan muda, generasi milenial.
Setiap tahun, teknis penyelenggaraan festival dikerjakan dengan sangat baik oleh para volunteer. Pada tiap awal tahun MIWF membuka kesempatan pendaftaran untuk menjadi volunteer penyelenggaran festival. Dan yang mengejutkan ialah para pendaftar itu bisa berjumlah rata-rata sampai seribu orang untuk kebutuhan paling banyak 200 orang.
Dan mereka tidak hanya datang dari Makassar, tetapi juga dari kota-kota lain di Indonesia dan bahkan ada yang datang dari Amerika. Tentu tidak berlebihan bila kemudian disebutkan bahwa tulang punggung festival ini adalah para volunteer (Istilah volunteer ini sengaja digunakan oleh MIWF dan tidak diganti dengan kata “relawan” karena karakternya yang berbeda dengan relawan yang banyak kita kenal di Indonesia hari-hari ini).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/moch-hasymi_20180506_183147.jpg)