Breaking News:

Hari Ini, Oknum Kepsek Cabul Disidang Lagi di Pengadilan Negeri Makassar

Sudah menghadirkan beberapa saksi. Pekan lalu, JPU telah hadirkan dua guru salah satu Sekolah Dasar di Makassar.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang perdana kasus dugaan pencabulan dua murid Sekolah Dasar di Makassar digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (05/03/2018) hari ini. Sidang berlangsung secara tertutup dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan Makassar. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kasus dugaan pencabulan dua murid SD di Makassar dengan terdakwa oknum Kepala Sekolah berinisial SS masih bergulir di Pengadilan Negeri Makassar.

Pengadilan Negeri Makassar kembali menjadwalkan persidangang terdakwa Selasa (03/04/2018) dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Besok agendanya pemeriksaan saksi ahli. Rencana saksi ahli dihadirkan adalah dokter dari RS Bhayangkara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhith Nur kepada Tribun.

Menurut Muhit dalam perkara ini sudah menghadirkan beberapa saksi. Pekan lalu, JPU telah hadirkan dua guru salah satu Sekolah Dasar di Makassar.

Kedua guru berinisial DR dan AN. Selain guru, JPU juga menghadirkan seorang murid SD rekan korban.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, kedua guru membeberkan perbuatan terdakwa yang tak lain adalah adalah atasnya di Sekolah.

"Kedua guru menerankan bahwa mengetahui perbuatan pelaku dari pengakuan korban," kata JPU, Muhith Nur.

Kedua saksi mendengar perbuatan pelaku secara kebetulan dari korban ketika salah seorang siswa kehilangan uang.

Said didakwa menyetubuhi dan melakukan perbuatan cabul dengan mincium dan meraba kemaluan dua murid Sekolah Dasar (SD) di Makassar.

Kejadianya terjadi sejak November 2017 tahun lalu. Korban pertama berinisial IL. Ia sudah mengalami empat kali kejadian serupa, sementara korban kedua berinisial SD hanya sekali.

Modus pelaku, yakni berpura-pura menyuruh korbannya membersihkan ruangan kepala sekolah dan piala piala yang terpajang di ruangan.

Pelaku melampiaskan nafsunya disaat kondisi ruangan sedang sepi dengan cara mencium kening dan meraba-raba kemaluan korbannya.

Atas perbuatanya kedua korban melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan. Terdakwa saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved