Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pra Mattompang Arajang Bone Dihadiri Puluhan Raja se-Nusantara

Pra Mattompang Arajang dilaksanakan rutin jelang pelaksanaan Hari Jadi Bone(HJB) pada tanggal 6 April.

Tayang:
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Imam Wahyudi
justang/tribunbone.com
Mattompang Arajang dilaksanakan rutin jelang pelaksanaan Hari Jadi Bone(HJB) pada tanggal 6 April. 

Laporan Wartawan TribunBone.com, Justang M

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Puluhan Raja Kerajaan atau Kesultanan se-Nusantara menghadiri ritual pra "Mattopang Arajang" atau pencucian benda pusaka warisan Kerajaan Bone di Museum Arajange, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Senin (2/4/2018).

Pra Mattompang Arajang dilaksanakan rutin jelang pelaksanaan Hari Jadi Bone(HJB) pada tanggal 6 April.

Pra mattompang ini merupakan ritual yang sangat sakral. Ia dilaksanakan secara tertutup atau hanya orang tertentu yang diperbolehkan masuk ke Museum Arajange.

Sementara untuk Mattompang Arajang atau pencucian benda pusaka diperlihatkan secara terbuka kepada masyarakat dilaksanakan di Halaman Rujab Bupati Bone, Selasa (3/4/2018) besok.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone Andi Promal Pawi menyebutkan sedikitnya ada 30 raja menghadiri pra Mattompang dalam rangkaian Hari Jadi Bone.

"Ada 30 raja yang hadir dalam rangkaian hari jadi Bone ke-688, berasal dari berbagai wilayah nusantara, juga ada raja-raja dari Brunei, Inggris, Belanda," katanya.

"Mereka bermalam untuk menyaksikan Mattompang Arajang secara terbuka besok," tambah mantan Kabag Humas Setda Bone ini.

Sementara itu penjabat Bupati Bone Andi Bakti Haruni menuturkan para raja dan sultan se nusantara kagum menyaksikan ritual pra Mattompang Arajang.

"Raja, Ratu, Sultan, pemangku adat terkagum-kagum melihat khazanah budaya yang kita miliki(Bone miliki), yang tidak mereka temukan di luar," kata A Bakti Haruni kepada tribunbone.com di Kompleks Rujab Bupati Bone usai pra Mattompang Arajang

"Ini sesuatu yang sangat unik yang harus kita jaga dan pertahankan," tambah Penjabat Bupati Bone selepas A Fahsar M Padjalangi cuti kampanye lantaran maju kembali di Pilkada Bone 2018.

Sejumlah benda pusaka asli milik Kerajaan Bone ratusan tahun silam yang lalu dibersihkan khusus oleh 'bissu'

Antara lain, Tappi Lamakkawa(Keris Milik Arung Palakka), Kalewang La Tea Riduni(parang), Tombak La Salaga, Senjata Adat 7 (Allameng Tata Rappeng), Sembangengpulaweng(selendang emas), dan Teddung Pulaweng(payung emas).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved