Bili-bili Terancam Jadi Waduk Pasir dan Batu
hampir seluruh jalur pendakian terdapat sebaran sampah. Jenisnya pun beragam, bukan hanya kondom tetapi pakaian dalam dan botol-botol minuman keras
MAKASSAR, TRIBUN - Sedimentasi yang terus berlangsung dari Gunung Bawakaraeng di wilayah Kabupaten Gowa mengancam Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang sebagai salah satu sumber air kehidupan masyarakat di sejumlah daerah di Sulsel.
Sungai ini memiliki anak sungai besar yang melintasi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Sinjai.
Akibat sedimentasi itu bisa mengancam kondisi Bendungan Bili-bili di Gowa yang memiliki luas waduk sekitar 40.428 hektare sebagai penampung air baku hingga ribuan liter perdetik. Bendungan itu pula berfungsi sebagai pengendali banjir.
Kondisi volume sedimentasi tersebut kian kritis dan jika dibiarkan terus terjadi tanpa ada solusi dari pemerintah dan elemen masyarakat maka dapat mengakibatkan pendangkalan di sepanjang DAS Jeneberang bahkan Bendungan Bili-bili bisa beralih fungsi menjadi “waduk” bebatuan dan pasir.
Hal itu terungkap dalam Dialog Interaktif Extreme Mind Festifalse bertema “Gunung Bulu’ Bawakaraeng Terdzholimi di Tanah Sendiri” yang digelar di gedung Unifa oleh gabungan UKM dari dua kampus perguruan tinggi swasta tersebut pada Senin (26/3/2018).
Narasumber dialog interaktif pada tema tersebut, Prof Dr Ir Dorothea Agnes Rampisela, mengungkapkan kondisi Gunung Bulu' Bawakaraeng saat ini sudah tahap mengkhawatirkan. Apalagi, huku Sungai Jeneberang memiliki tingkat sedimentasi tinggi pasca longsornya kaldera Gunung Bawakaraeng di Tahun 2004.
"Debris flow tahun 2004 lalu atau pergerakan material berupa pasir dan batu yang besarannya atau volumenya mencapai 243 juta meter kubik adalah warning bagi kita," kata Agnes dalam rilis panitia Extreme Mind Festifalse, Selasa (27/3/2018). Kondisi itu termasuk fenomena alam yang tidak biasa untuk tipe Gunung Bawakareang di Sulawesi Selatan.
"Biasanya sedimen dalam jumlah yang besar yang keluar dari gunung itu disebabkan oleh letusan. Nah, debris flow tahun 2004 di Bawakaraeng ini bukan letusan,” tambahnya. Sedimen tersebut tentu mengurangi kapasitas waduk penampung di Bendungan Bili-bili.
"Pengendapan pada waduk sudah sangat tinggi sehingga kapasitas air yang seharusnya bisa mencapai 340 juta meter kubik, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 300-an meter kubik saja," terangnya.
Sungai Jeneberang disebutkan masuk ketegori DAS kritis sejak tahun 1976 hingga sekarang. Agnes menilai ada yang salah dalam penanganan DAS Jeneberang. Salah satu kendalanya yaitu koordinasi antar elemen terkait, khususnya pemerintah, sangat minim.
Pendakian Massif
Fasilisator dialog dan pemerhati Gunung Bawakaraeng, Nevy Jamest Tonggiroh, menyebutkan salah satu penyebab timbulnya kerusakan Gunung Bulu' Bawakaraeng adalah akibat kunjungan pelaku pendakian secara massif di gunung tersebut.
"Kunjungan secara massif dengan label macam-macam seperti upacara tujuh belasan dan peringatan-peringatan lainnya, itu salah satu yang menimbulkan kerusakan," papar Nevy.
Adanya upaya untuk mengkomersilkan wilayah Gunung Bulu' Bawakaraeng juga dianggap salah satu yang membuat Gunung Bulu' Bawakaraeng terzalimi. "Banyak yang mengaku Pencinta Alam (PA), yang pernah tidur disana, mendapatkan nikmat dari sana, tapi tidak tahu berterima kasih dan memelihara gunungnya," tambahnya.
Terkait hal itu, narasumber lainnya, Dr Adi Tonggiroh yang ahli Geologi, mengatakan, Gunung Bulu' Bawakaraeng strukturnya tidak seperti gunung di Jawa yang tersusun dari bebatuan vulkanik sehingga kokoh dan tanahnya tebal.
"Sedangkan gunung di Sulsel seperti Gunung Bulu' Bawakaraeng, tanahnya tipis, tidak bisa dikunjungi secara massif," katanya.
Sampah dan Kondom
Sementara dari tinjauan agama, narasumber Dr Andi Yaqub mengatakan, gunung adalah ciptaan Allah SWT yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan di dunia ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tata-mandong_20180327_215230.jpg)