Bersama 35 Ribu Jamaah, Wakapolri dan Cucu Pendiri Jamaah Tabligh Bicara Persatuan & Dakwah
Bagi Amir Jamaah Tabligh inilah kali kedua kedatangannya ke Indonesia, sejak tahun 2009 lalu.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Thamzil Thahir
JAKARTA, TRIBUN – Komunitas dakwah terbesar di dunia, Jamaah Tabligh, menggelar pertemuan tahunan, Hiroshah Jord Qudama Indonesia 2018, di Dawuan, Cikampek Kab. Karawang Jawa Barat sejak Selasa (20/3/2018) hingga Kamis (22/3/2018) hari ini.
Acara formil juga digelar di Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jl Hayam Wuruk 83, Jakarta Pusat.
Wakil Kepala Polisi RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin menghadiri penutupan acara yang dihadiri cucu pendiri sekaligus Amir (pimpinan tertinggi) Jamaah Tabligh dunia, Maulana Saad Alkandalawi.
Inilah kali pertama jenderal menghadiri acara hirosha.
Bagi Amir Jamaah Tabligh inilah kali kedua kedatangannya ke Indonesia, sejak tahun 2009 lalu.
Bagi Jamaah Tabligh, Indonesia termasuk negara strategis untuk penyebaran dakwah Islam dan termasuk negara dengan jumlah anggota terbesar di dunia.
Dihadapan sekitar 35 jamaah dari sekitar 51 negara ini, Wakapolri dan Amir Jamaah Tabligh meningatkan pentingnya persatuan bangsa.
Salah seorang panitia acara tahunan ini, Haji Suryadi bahkan mengklaim sepanjang acara dibuka Selasa lalu, sudah hampir 100 ribu jamaah yang datang bertemu dan silaturahim di salah satu event terbesar jamaah tablig terbesar di Asia-Pasifik ini.
Didampingi sejumlah perwira menengah, Wakapolri yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini berterima kasih karena ulama dan pimpinan ormas ini ikut mendoakan keselamatan dan persatuan bangsa Indonesia.
"Saya sengaja hadir ikut berdoa dan mendukung usaha para ulama yang mengajak ummat untuk semakin taat kepada Allah, Rasulnya dan menjaga persatuan dan keselamatan bagi bangsa dan negara Indonesia," kata wakalpolri dalam rilis yang diterima Tribun.
Jenderal asal Sulsel ini, mengaku menaruh perhatian khusus terhadap keamanan di tahun tahun politik Pilkada dan Pilpres 2018-2019, ini sehingga perhelatan demokrasi nasional secara serentak itu bisa berlangsung sukses, aman dan berberkah.
Selain itu, lanjut Wakspolri, ia sengaja bersilaturahmi dan minta nasehat ulama. "Karena itu adalah amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW."
"Saya juga ingin memastikan kegiatan keagamaan tabligh Akbar (Jord Qudama 2018) ini yg melibatkan massa berjumlah besar berlangsung aman dan tertib," tegasnya.
Secara terpisah, Amir Jamaah Tabligh yang juga Cucu Maulana Ilyas pendiri Jamaah Tabligh dunia, kembali mengingatkan pentingnya umat Islam dunia terus mendakwakan ajaran Islam.
"Nabi Muhammad SAW telah wafat, dan tidak ada lagi nabi sepeninggal beliau. Jadi, umat akhir jaman ini mesti melanjutkan kerja kenabian tersebut," ujarnya.
Setelah acara penutupan, Maulana Saad, mengundang Wakapolri ke ruangan khusus di sebelah masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakapolri-dan-amir-jamaah-tabligh_20180322_160424.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jamaah-tabligh-dan-wakapolri-di-kebon-jeruk-jakarta_20180322_160502.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/amir-jamaah-tabligh-dan-wakapolri_20180322_160942.jpg)