Lagi, Pencopet Beraksi di Pasar Pakalu Maros, Gasak Rp 16 Juta
Korban ketiga merupakan seorang pengusaha emas di pasar. Dia baru saja menjual emasnya seharga Rp 16 juta.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pedagang pasar Pakalu, Batimurung, resah dengan kerapnya terjadi aksi pencopetan. Dalam dua pekan terakhir, sudah ada tiga korban di pasar.
Seorang pedagang, Syukri mengatakan, Selasa (20/3/2018) pencopet yang beraksi di pasar Pakalu, kemungkinan satu komplotan. Meski pencopet yang beraksi sebelumnya sudah diamankan Polisi, namun aksi copet masih saja terjadi.
Korban ketiga merupakan seorang pengusaha emas di pasar, Hj Mina. Dia baru saja menjual emasnya kepada pedagang seharga Rp 16 juta.
Setelah menerima uang tersebut, Hj Mina lalu menyimpan di tasnya, lalu bergegas untuk meninggalkan lapak penjual emas. Saat sementara perjalanan keluar dari pasar, uangnya dicopet.
"Kami tidak tahu siapa pencopet uang Hj Mina. Namanya pasar, banyak orang. Makanya pencopet leluasa menjalankan aksinya. Mungkin dia dicopet saat sementara berjalan di dalam pasar," katanya.
Mina baru sadar kalau uangnya hilang saat akan pulang. Dia memeriksa tasnya, ternyata uangnya sudah hilang. Kondisi tas juga terbuka.
Sebelumnya, pencopet asal Lingkungan Maccini Sawah, Lotong 2 Kecamatan Makassar, Makassar, Anti Nasir (25) diamankan di Polsek Batimurung, setelah beraksi.
Anti mencopet dompet milik pengunjung pasar, Sumiati (53) saat akan berbelanja. Beruntung saat itu, pelaku tidak sempat kabur lantaran motor yang digunakannya tidak mau menyala mesinnya.
"Sudah tiga kali orang kecurian di pasar Pakalu. Pencopet pertama sudah ditangkap, yang kedua belum. Begitu juga poncopet ketiga. Tidak ada yang tahu," kata Syukri.
Sementara, Kapolsek Bantimurung, AKP Jumahir belum mengetahui aksi pencopetan pedagang emas Hj Mina. Dia baru mau menanyakan hal tersebut ke personelnya,"katanya.
"Oh. Nanti saya tanya anggota," kata Jumahir. (*)