Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan HUT 45 Bosowa: Bosowa dan "Takdir" Bisnisnya; Dari Timur Matahari Terbit

Pendiri (founder) Bosowa Aksa Mahmud, HM Jusuf Kalla dan tokoh "timur" lainnya, berbusa bicara tentang keadilan pembagian kue pembangunan.

Tayang:
Editor: Mansur AM
Founder Bosowa Aksa Mahmud (kiri) menghadiri perayaan HUT ke-45 tahun Bosowa Corporation di Kantor PT Bosowa Berlian Motors, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (22/2/2017). Ratusan karyawan Bosowa dari berbagai anak perusahaan hadir memeriahkan acara ini dan beberapa kuliner asli Makassar disediakan seperti, Pallubasa Serigala, Bakso Ati Raja, Ikan bakar Paotere, dan aneka kuliner. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Apalagi melarikan diri dan menyembunyikan aset ke luar negeri seperti yang dilakukan banyak pengusaha besar.

Karena takdir pula (doa dan ikhtiar), Bosowa selamat dari amukan badai krisis yang amat dahsyat.

Seperti matahari terbit di timur kemudian terus memuncak menuju ke barat.

Bosowa bukan hanya membangun di Indonesia Timur, juga merambah kawasan barat, hampir ujung barat nusantara.

Founder dan manajemen Bosowa membangun Bosowa Semen di Batam.

Akhir tahun 2016 lalu, Bosowa menambah lembaran sejarah dan catatan takdir bisnisnya.

Dua proyek monumental, yaitu pabrik semen dan terminal elpiji di Banyuwangi, diresmikan.

Disebut monumental bukan hanya karena nilai investasinya besar, sekitar dua triliun rupiah.

Monumental juga karena manfaatnya bagi Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya, yang diakui Gubernur Sukarwo, cukup signifikan dalam perekonomian wilayah dan masyarakatnya.

Bosowa tak ubahnya perahu pinisi yang berlayar.

Terkadang layarnya robek diamuk badai.

Tetapi karena jiwa-jiwa petarung yang mengendalikannya, disertai doa-doa ijabah pendiri, alim ulama, pekerja, Bosowa selalu selamat dan lolos dari amukan badai.

"Setiap kesusahan itu ada hikmahnya. Seperti sekarang, bisnis sedang surut, kita kesusahan. Tetapi hikmahnya, kita harus melakukan revisi, kembali mengevaluasi diri dan memperbaiki apa yang kurang," kata HM Aksa Mahmud, dihadapan jajaran direksi, dalam acara Tudang Sipulung, serangkaian syukuran memperingati hari jadi Bosowa ke-45, Kamis 22 Februari 2018.

Ketika kondisi bisnis menurun, seperti sekarang, hal paling pertama yang dipikirkan Bosowa bukan hanya bagaimana menyelamatkan modal, lebih penting bagaimana menyelamatkan karyawan.

Saat ini terdapat sekitar 6.000-an karyawan organik. Di luar itu, ada sekitar 3.000-an pekerja, seperti buruh pelabuhan. Ditambah lagi sekitar 5.000-an orang yang mendapat pekerjaan dari bisnis Bosowa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved