Tinjau Pabrik Kayu Konsorsium Berdaya Hijau, Wabup Luwu Timur Bilang Ini
Pembangunan industri veneer merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dengan Konsorsium Berdaya Hijau.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam meninjau pabrik pengolahan kayu rakyat-veneer di Dusun Kebun Rami 1, Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (29/1/2018).
Irwan mengecek dan melihat langsung ketersediaan bahan baku tripleks sebagai penunjang aktivitas perusahaan yang baru berjalan hampir dua bulan itu.
"Saya datang mau melihat langsung kesiapan usaha ini. Jangan sampai awalnya saja bagus setelah itu mangkrak," kata Irwan kepada TribunLutim.com, Selasa (30/1/2018).
Pembangunan industri veneer merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dengan Konsorsium Berdaya Hijau dari gabungan LSM dan NGO lokal serta kelompok tani hutan rakyat.
Baca: Ingin Bangun Pabrik Kelapa Sawit, Perusda Agribisnis Butuh Rp 10 Miliar
Baca: Pabrik Tali Rafia Ludes Terbakar di Panreng Sidrap, Ini Penyebabnya
Kehadiran pabrik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kelompok rentan melalui pengelolaan hutan rakyat. Tujuan lainnya untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan emisi gas rumah kaca.
Ketua Forum Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR), Baharuddin mengatakan, target produksi 25 kubik dalam sehari.
"Namun kemampuan awal produksi kayu setengah jadi saat ini cuma 8 kubik perhari. Ini baru tahap uji coba, kedepan target ini harus tercapai," tuturnya.
Hasil Olahan kayu dijual ke PT Abi Oso di Kota Surabaya. PT Abi Oso sudah bekerja sama dengan PT Konsorsium Berdaya Hijau.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-bupati-luwu-timur-irwan-bachri-syam-meninjau-pabrik-pengolahan-kayu_20180130_141150.jpg)