Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

6 Kehebatan Zhou Youguang, Google Doodle Hari Ini. Nomor 4 Bikin Nggak Percaya

Zhou tampil sebagai doodle sekaitan dengan memperingati kelahiran dan kematian tokoh asal Tiongkok ini.

Editor: Rasni
GOOGLE
Zhou Youguang jadi Google Doodle. 

TRIBUN-TIMUR.COM-Pemilik layanan mesin pencarian terbesar, Google, senantiasa memanjakan penggunanya dengan sejumlah inovasi layanan. 

Salah satunya dengan keberadaan Google Doodle yakni ikon depan di tampilan laman Google. 

Pada Sabtu (13/1/2018), Zhou Youguang menjadi Google Doodle.

Zhou tampil sebagai doodle sekaitan dengan memperingati kelahiran dan kematian tokoh asal Tiongkok ini.

Siapa sebenarnya Zhou dan kenapa jadi doodle?

Baca: Mata Panda Memang Cukup Mengganggu, Ini Cara Mengatasinya

Baca: Pengurus Asrama Mahasiswa Sawerigading Yogyakarta Gelar Disksusi Media, Ini yang Dibahas

Baca: Impor Beras, Senator Asal Sulsel: Hanya Untungkan Naga dan Samurai Pengusaha Raksasa

Dikutip dari Wikipedia.org,  Zhou adalah seorang ekonom, bankir, ahli linguistik, sinologi, penerbit, dan supercentenarian Tiongkok.

Beliau juga dikenal sebagai "Bapak (Hanyu) Pinyin", sebuah sistem romanisasi bahasa Mandarin yang resmi dipergunakan oleh pemerintah Tiongkok tahun 1958, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) tahun 1982, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1986.

Anak Pejabat tapi Keluarganya Miskin

Zhou lahir dengan nama Zhou Yaoping di Changzhou, Provinsi Jiangsu pada 13 Januari 1906 sebagai anak seorang pejabat Dinasti Qing.

Wafat di Beijing, 14 Januari 2017 pada umur 111 tahun.

Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya pindah ke Suzhou, Provinsi Jiangsu.

Pada tahun 1918, dia masuk Sekolah Menengah Atas Changzhou, di mana pada masa tersebut dia pertama kali menaruh minat dalam linguistik.

Baca: Google Doodle - Zhou Youguang Lahir sebagai Anak Pejabat, tapi Gagal Lanjut Kuliah karena Miskin

Baca: Ditelantarkan Orangtua, Bocah Mamuju Penderita Ginjal Ini Butuh Bantuan Dermawan

Baca: Klub Malaysia Juga Minati Mantan Kapten PSM Makassar?

Dia lulus pada tahun 1923 dengan prestasi.

Pada tahun yang sama, Zhou masuk Universitas Santo Yohanes, Shanghai, di mana ia mengambil jurusan ekonomi dan mengambil kursus tambahan di bidang linguistik.

Dia hampir tidak mampu melanjutkan kuliahnya karena kemiskinan keluarganya, namun teman-teman dan kerabatnya menggalang dana 200 yuan untuk biaya pendaftaran, dan juga membantunya membayar uang kuliah.

Ia hengkang saat Gerakan Tiga Puluh Mei 1925 dan pindah ke Universitas Guanghua, di mana ia lulus pada 1927.

Pada tanggal 30 April 1933, Zhou menikahi Zhang Yunhe, dan pasangan ini berangkat ke Jepang untuk studi Zhou.

zhouyouguang
zhouyouguang ()

Zhou awalnya mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Tokyo kemudian pindah ke Universitas Kyoto karena kekagumannya terhadap ekonom Marxis Jepang, Hajime Kawakami, yang merupakan seorang profesor di sana pada waktu itu.

Namun, setelah penahanan Kawakami pada bulan Januari 1933 karena bergabung dengan Partai Komunis Jepang yang terlarang, Zhou tidak pernah berkesempatan menjadi mahasiswanya.

Pada tanggal 30 April 1934, Zhou Youguang dan Zhang Yun merayakan ulang tahun pertama pernikahan mereka. Putra mereka, Zhou Xiaoping, lahir pda tahun yang sama. Kemudian pasangan ini juga memiliki seorang putri, Zhou Xiaohe.

Pada tahun 1937, karena pecahnya Perang Tiongkok-Jepang Kedua, Zhou dan keluarganya pindah ke ibu kota masa perang, Chongqing, dan putrinya meninggal dunia.

Dia bekerja di Sin Hua Bank sebelum berkecimpung dalam pelayanan publik sebagai deputi direktur di Kementerian Urusan Ekonomi Pemerintahan Nasionalis, biro kebijakan pertanian.

Setelah kekalahan Jepang tahun 1945 dalam Perang Dunia II, Zhou kembali bekerja untuk Sin Hua di mana dia ditempatkan di luar negeri: pertama di New York, dan kemudian London.

Selama dia di Amerika Serikat, dia 2 kali bertemu Albert Einstein. 

Lebih mengenal sosoknya, berikut lima fakta tentang kehebatan Zhou yang telah diakui dunia: 

1. Dia berkontribusi membantu menyusutkan angka buta huruf di Tiongkok kala itu.

Dia berinisiatif Zhou memulai proyeknya berantas buta aksara dengan membuat formula bahasa Mandarin lebih mudah dipahami bagi pemula.

Sekedar info, saat itu tingkat buta huruf di Tiongkok lebih dari 85 persen.

Sekarang, sebagian berkat bantuan 26 huruf latin yang digunakan untuk mewakili ribuan karakter aksara Tionghoa, angka buta huruf di Tiongkok hanya sekitar 5 persen.

2. Menakjubkan, sebagai pencipta bahasa yang mudah dipahami, Zhou Youguang bukan ahli bahasa tapi ahli ekonomi. Nah Loh!

Zhou belajar ekonomi di Universitas St John di Shanghai sebelum bekerja di Wall Street di New York sebagai pedagang selama tiga tahun pada tahun 1940-an.

Linguistik atau ilmu bahasa adalah hobinya yang kemudian mengubah kariernya, keren bukan.

Ketertarikannya terhadap basaha bermula saat Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok saat itu, memintanya untuk memimpin sebuah komite untuk menciptakan sebuah sistem alfabet untuk bahasa Mandarin.

Hingga kini sejarah itu masih terukit jelas. Terima kasih Zhou.

3. Sistem pinyin bukanlah yang pertama

Sebelum diciptakannya sistem pinyin, sistem yang paling populer untuk menulis karakter aksara Tionghoa dalam alfabet Romawi adalah Wade-Giles.

Sistem itu diambil dari nama dua orang diplomat Inggris yang merancangnya pada abad ke-19.

Sebagai gambaran, pada sistem Wade-Giles, Beijing ditulis Peking.

Ahli bahasa sepakat bahwa sistem Wade-Giles agak berat.

Itu sebabnya pinyin dianggap lebih mudah dalam romanisasi aksara Tionghoa. Dan Zhao lah orang dibalik layarnya.

4. Kehebatannya tidak sampai di situ.

Kejeniusannya tidak diragukan lagi saat dirinya mampu menulis dan menerbitkan lebih dari 40 buku.

Buku tersebut ia tulis sepanjang hayatnya sejak muda hingga dia beranjak tua.

Bahkan diketahui 10 di antaranya ditulis saat ia berusia 100 tahun.

5. Keberhasilannya dalam mengubah sebuah bahasa yang rumit ke dalam beberapa huruf saja tentu patut diacungi jempol.

Apalagi dia ternyata mampu mewujudkannya hingga usia lanjut loh.

Makanya tidak salah jika ia dijuluki sebagai "Ensiklopedi Zhou" setelah karyanya menerjemahkan Ensiklopedi Britannica ke bahasa Tionghoa terwujud.

Namun sayang, dari total 40an buku yang telah ditulisnya, ada beberapa yang dilarang beredar di negaranya dengan berbgai a alasan.

6. Jadi salah satu dari sedikit supercentenarian Tiongkok

Tak banyak orang yang dinyatakan panjang umur.

Zhou Youguang menjadi satu dari sedikit kelompok yang disebut supercentenarian atau berusia di atas 110 tahun.

Zhou mencapai usia 110 tahun pada 13 Januari 2016, satu tahun sebelum ia wafat pada usia 111 tahun.

Wikipedia mencatat, hanya ada sekitar 10 orang supercentenarian di negeri tirai bambu itu yang tercatat secara apik dalam sejarah mereka, dan Zhou adalah salah satunya. (*)

Sumber:
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved