Langganan Banjir, Warga Perumnas Antang Mengaku Pernah Dijanji Pompa Air oleh Danny Pomanto
'Danny' Pomanto pernah menjanjikan warga Perumnas Antang Blok 8 Kecamatan Manggala bakal terbebas dari banjir tahunan.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfia
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Wali Kota Makassar, Mochammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, pernah menjanjikan warga Perumnas Antang Blok 8 Kecamatan Manggala bakal terbebas dari banjir tahunan.
Salah satu solusi yang ditawarkan yakni dengan memberlakukan sistem Pompanisasi (Pompa Air) di kawasan tersebut.
Usulan tersebut sangatlah relevan di kawasan itu lantaran air hujan yang menggenangi area pemukiman warga tak mengalir sebagaimana mestinya.
"Kita akui memang kalau hujan pasti banjir karena air yang ada terjebak sebab tidak ada jalur pembuangan yang memadai," kata Ketua RT 04 RW 08 Kelurahan Manggala, Johamzah.
Tahun 2014 lalu, kala tahun pertama Danny Pomanto menyandang status sebagai orang nomor satu di Makassar pernah berkunjung ke lokasi tersebut.
Ia pun dengan serius bakal memperadakan Pompa air yang nantinya digunakan sebagai alat yang bisa menguras genangan air saat musim hujan.
"Saya ingat Pak Wali pernah dengan serius menjanjikan itu bahkan dijelaskan dengan sangat detail bersama pihak PU waktu berkunjung di sini tahun 2014 lalu," lanjut Johamzah.
Namun solusi yang ditawarkan Danny pun tak urung terlaksana hingga setahun jelang habisnya masa periode sebagai Wali Kota.
"Kita juga tak tahu menahu tapi sampai sekarang solusi yang ditawarkan itu tak juga berjalan," tuturnya.
Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di RT 04 RW 08 Jl Ujung Bori Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala (Perumnas Antang Blok 8) Makassar terisolir akibat banjir yang melanda.
Kondisi tersebut terjadi sejak Rabu (20/12) kemarin dan semakin parah hingga mencapai ketinggian paha orang dewasa mulai pada, Kamis (21/12/2017) sekitar Pukul 03.00 Wita lantaran hujan terus mengguyur.
Sejumlah warga pun menyelamatkan harta bendanya meski tetap tersimpan di dalam rumah. Sementara sebagian warga yang merupakan anak-anak dan perempuan harus diungsikan di Mesjid Al Muttakim yang berada di lokasi banjir.
Di mesjid tersebut juga telah disiapkan posko kesehatan yang dibangun Puskesmas setempat.
"Untuk sementara anak-anak dan perempuan bermalam di mesjid, ini langkah pertama yang kami lakukan sebab belum mendapatkan bantuan lainnya dari Pemkot. Kami juga membeli tenda hasil swadaya masyarakat," kata Ketua RT 04 RW 08, Johamzah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/danny-po_20171221_210757.jpg)