Tribun Mellenial
Senang Pakai Lulur Bengkoang, Keukeu Ajisyah Nur: Kulit Lebih Cerah
Perawatan kulit harus dilakukan secara rutin guys. Agar hasilnya pun maksimal, dan kulit kita semakin terawat dan bersih.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Perawatan kulit harus dilakukan secara rutin guys.
Agar hasilnya pun maksimal, dan kulit kita semakin terawat dan bersih.
Misalnya saja dengan rutin luluran, baik di rumah atau di tempat spa.
Seperti halnya yang dilakukan siswi SMK Telkom Makassar, Keukeu Ajisyah Nur.
Perempuan yang akrab disapa Keke ini termasuk peduli terhadap kesehatan kulitnya.
"Aku luluran itu seminggu sekali, tetapi di rumah aja sih nggak sampai ke salon atau spa gitu," katanya pada tribun-timur.com, Rabu (13/12/2017).
Menurutnya, kulit yang cerah dan kencang merupakan impian banyak perempuan, termasuk dirinya.
"Agar bisa memiliki kulit yang bagus tentu perlu perawatan rutin, dan kalau aku sendiri dengan luluran," ujarnya.
Sementara untuk jenisnya, perempuan berdarah Bandung-Makassar ini, biasanya memakai lulur bengkoang, susu, mabello alias lulur bugis dan lainnya.
Dikutip dari helosehat.com, di Indonesia, tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diturunkan dari nenek moyang.
Tak heran, banyak jenis lulur yang khas dari Indonesia dan juga disenangi oleh para wisatawan dari luar negeri.
Beberapa diantaranya sebagai berikut.
1. Lulur kuning jawa
Lulur kuning jawa terbuat dari campuran bahan-bahan alami khas jawa, seperti tepung beras, kunyit, temu giring, dan daun pandan.
Lulur ini dipercaya berguna untuk menghilangkan sel kulit mati, mendinginkan kulit, melembabkan, menghaluskan, dan mencerahkan kulit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20171213_121508.jpg)