Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal Kanker Serviks dan Pengobatannya

Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala.

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
Thinkstockphotos
Ilustrasi. Kanker Serviks atau Kanker leher Rahim adalah kanker yang sebagian besar disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik. 

HPV dapat menginfeksi serviks apabila serviks mengalami lesi terlebih dahulu. Lesi tersebut dapat disebabkan oleh: riwayat seks pertama diusia sangat muda, berganti-ganti pasangan seks, memiliki banyak anak hal ini dikarenakan saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks.

Salah satu hal yang bisa dilakukan yaitu pemeriksaan melalui Pap Smear.

Yang merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga memberikan hasil pengobatan semakin baik.

Dokter yang tepat dalam melakukan pap smear adalah dokter ahli kandungan, dan bisa juga dilakukan oleh dokter ahli patologi anatomi.

Mengingat gejala yang tidak khas atau bahkan tidak adanya gejala, maka perlu adanya pencegahan terhadap kanker serviks yaitu dengan program screening (pap smear) dan pemberian vaksinasi.

Di negara maju kata Dokter Norika, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV dapat diberikan pada anak perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.

Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved