Mengenal Kanker Serviks dan Pengobatannya
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala.
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kanker Serviks atau Kanker leher Rahim adalah kanker yang sebagian besar disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Human papillomavirus (HPVs) adalah kelompok yang terdiri dari lebih dari 200 virus terkait.
Lebih dari 40 jenis HPV dapat dengan mudah menyebar melalui kontak seksual langsung, dari kulit dan selaput lendir orang yang terinfeksi ke kulit dan selaput lendir pasangannya.
Dua di antara tipe HPV, HPV tipe 16 dan 18, bertanggung jawab atas sebagian besar kanker yang disebabkan HPV.
Kurang lebih 70% kasus kanker serviks di dunia disebabkan oleh 2 tipe HPV tersebut.
Sementara perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun.
"Jadi prosesnya panjang. Bisa sampai 20 tahunan,"kata dokter Ruth Norika Amin ahli patologi anatomi yang aktif mengajar di Fakultas Kedokteran Unibos.
Namun proses infeksi tersebut kata dr. Norika, sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses masuknya virus hingga menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala.
Pada stadium lanjut, gejala kanker serviks, antara lain: perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah menopause serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).
Semakin tua seorang wanita kata Norika, maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekadar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks.
Dan hal yang tidak bisa dicegah adalah terjadinya proses penuaan.
Namun bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks.
Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancaman kanker serviks.
Kita dianjurkan tetap melindungi diri terhadap kanker serviks.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hpv_20171023_174609.jpg)