Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nadjwa Shihab: Makassar Kota Literasi, Siapa yang Pungkiri?

Nadjwa juga mengapresiasi banyaknya gerakan literasi di Makassar. Terutama even berlevel Internasional yang tiap tahunnya digelar.

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Duta baca Indonesia, Nadjwa Shihab saat menghadiri peresmian Pojok Baca di Outlet Markobar, Lakopi Jl Lombok, Senin (16/10/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Duta baca Indonesia, Nadjwa Shihab, secara gamblang menyebut jika kota Makassar saat ini bisa disebut sebagai 'kota Literasi'. Bahkan virusnya kini menjangkiti kota-kota lain terutama terkait banyaknya bermunculan penulis-penulis muda dari gerbang Indonesia Timur itu.

"Saya berani sebut bahwa Makassar merupakan kota Literasi, beberapa tahun terakhir ini bermunculan banyak penulis-penulis dan penggiat literasi disini, siapa yang tak kenal Aan Mansyur menulis puisi yang membuat se-Indonesia galau," ucapnya saat menghadiri peresmian Pojok Baca di Outlet Markobar, Lakopi Jl Lombok, Senin (16/10/2017) malam.

Tak hanya banyaknya bermunculan para penulis muda, Nadjwa juga mengapresiasi banyaknya gerakan literasi di Makassar. Terutama even berlevel Internasional yang tiap tahunnya digelar.

"Saya banyak kenal dengan penggiat literasi di Makassar, dan ini merupakan warisan yang tak bisa dielakan. Apalagi kita tahu ada tradisi literasi yang telah mengakar sebut saja semisal Lagaligo," ungkap Nadjwa.

Hal inilah yang mendorong mantan pembawa acara 'Mata Nadjwa' itu memilih membuka Pojok Baca di Makassar. Atas dasar kerjasama Duta baca dengan Markobar yang tak lain milik dari anak Joko Widodo, Gibran.

Peluncuran Pojok Baca hasil kerjasama itu kini memasuki kota kedua. Sebelumnya pojok baca telah hadir di Solo.

"Harapannya selain di Makassar nanti gerakan serupa hadir di 29 cabang yang ada di Indonesia," papar Gibran.

Nadjwa kembali menambahkan bahwa kerjasama dengan outlet Markobar merupakan salah satu cara untuk menyebarluaskan kampanye giat membaca. "Jadi Cafe semacam ini bukan hanya nantinya jadi tempat nongkrong saja tetapi ada hal lain yang bisa jadi tawaran dengan adanya buku-buku yang terpajang. Kedepan mungkin ada kelompok-kelompok diskusi dan lainnya," ungkap Nadjwa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved