Gawat ! Makassar Terancam Krisis Air Bersih
Dampak dari cuaca ini membuat produksi terganggu dan secara otomatis menyebabkan pengurangan suplai air bersih ke masyarakat.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Musim kemarau yang sedang melanda pulau Sulawesi berdampak buruk bagi produksi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.
Dampak dari cuaca ini membuat produksi terganggu dan secara otomatis menyebabkan pengurangan suplai air bersih ke masyarakat.
Kabag Humas PDAM Makassar Muhammad Idris Tahir mengatakan, saat ini ada dua sumber air yang dikelola PDAM Makassar berasal dari Sungai Lekopancing dan Moncongloe.
Dari dua sumber air ini, hanya satu yang berproduksi secara normal, yakni di Sungai Moncongloe. Sedangkan Sungai Lekopancing sedang terjadi air surut.
"Lekopancing debit airnya menurun drastis. Ini membuat suplai air ke masyarakat ikut terbatas," ujar Idris, Rabu (30/8/2017).
Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada nasyarakat jika membutuhkan air.
Untuk pelayanan darurat seperti ini, PDAM kata Idris menyiapkan air tangki secara gratis kepada warga yang bermohon.
"Jadi kalau membutuhkan air lebih bisa hubungi kantor kelurahan untuk menyambungkan ke kami, atau bisa datang langsung ke kantor PDAM. Gratis kok," katanya.
Dari hasil pemeriksaannya, debit air di tempat produksi sungai Lekopancing turun hingga 170 cm dari permukaan air.
Dampak ini akan terasa di wilayah kecamatan Ujung Tanah, Tamalanrea, Tallo, dan Biringkanaya. (*)