Kisah JCH Asal Luwu, 7 Tahun Nabung Hasil Jualan Sayur Hingga Naik Haji
Saderiah harus berkerja keras karena suaminya meninggal pada saat masih di hutan.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Mahyuddin
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Luwu yang tertua, Saderah binti Pada (89), berangkat haji dari hasil jualan sayuran di pasar.
Saderah merupakan pedagang sayur di pasar tradisional Keppe dan Larompong, Kabupaten Luwu.
Saderah menabung selama tujuh tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci.
"Saya menjual sayur, tomat, pisang, kelapa di pasar. Hasilku menjual yang kasi naik saya ke Tanah Suci," ujar Saderah ditemui TribunLuwu.com saat pelepasan JCH Luwu di Gedung Simpurusiang, Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Rabu (23/8/2017).
Baca: Derita Penyakit Ini, Jamaah Haji Asal Pinrang Wafat di Mekah
Ia bersyukur bisa menikmati jerih payahnya.
Saderah selama ini harus bangun setiap hari pasar pukul 03.00 Wita
"Ini mi hasil dari kerja keras mata ku dan tenaga ku, bangun jam tiga subuh untuk jualan di pasar," tuturnya.
Saderiah harus berkerja keras karena suaminya meninggal pada saat masih di hutan.
"Suamiku sudah lama meninggal waktu masih di hutan. Ada anak ku tiga tidak ada yang carikan uang jadi saya harus kerja keras. Dan alhamdulillah masih bisa nikmati kerja kerasku," jelasnya.
Baca: Innalillah, Jemaah Haji Asal Luwu Timur Meninggal di Mekkah, Berikut Identitasnya
Bahkan dari hasil jualan sayuran, Saderiah dapat menyekolahkan cucu pertamanya hingga mejadi sarjana.
Sebelum berangkat haji, ia masih melakukan aktivitas rutinnya berjualan sayur di pasar.
"Sebelum berangkat masih menjual di pasar, karena sudah lain-lain saya rasa kalau tinggal di rumah," ucapnya.
Di Mekkah nanti dia hanya ingin memanjatkan doa agar dirinya, anak dan cucunya bisa sehat walafiat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jch-luwu_20170823_180347.jpg)