Ibadah Haji

Tak Miliki Kartu BPJS Tak Bisa Naik Haji, Ini Alasannya

Kartu BPJS nanti juga menjadi sebuah persyaratan dalam mengurus beberapa perlengkapan seperti paspor.

Tak Miliki Kartu BPJS Tak Bisa Naik Haji, Ini Alasannya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah jemaah calon haji asal maluku masuk ke dalam asrama setibanya di Asrama Haji Sudiang Embarkasih, Makassar, Jumat (4/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Jamaah Calon Jamaah (CJH) Indonesia khususnya embarkasi Makassar mulai tahun depan diwajibkan memiliki atau terdaftar sebagai peserta kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peraturan tersebut tertuang pada peraturan kementrian kesehatan (Permenkes) no 62 tahun 2016 yang menyatakan setiap jamaah haji wajib memiliki jaminan perlindungan kesehatan atau asuransi kesehahatan.

"Benar untuk tahun depan Calon Jamaah Haji harus terdaftaf BPJS sesuai dengan peraturan Menteri nomor 62," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rahmat Latief, Rabu (16/8/2017).

Rahmat mengaku kepesertaan anggota BPJS ini sangat penting bagi JCH, apalagi dalam kebutuhan darurat. Kartu BPJS nanti juga menjadi sebuah persyaratan dalam mengurus beberapa perlengkapan seperti paspor.

"Kalau masih di Puskesman masih aman, tapi bagaimana jika sudah di Embarkasi dan tiba tiba sakit butuh rujukan ke Rumah sakit. Jadi pasti mengeluarkan biaya sendiri lagi," sebutnya.

Sekedar diketahui BPJS saat ini mulai membuka posko pelayanan di Asrama Haji Sudiang. Selain mendirikan posko, pihak BPJS juga melakukan sosialisasi kepada calon jamaah haji.

"Kami tidak hanya menunggu di Posko, tapi staf kami keliling ke kamar Jamaah melakukan pendataan," kata Kepala Cabang Utama (KCU) BPJS Makassar Unting Patri Wicaksono Pribadi

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved