Masuk Sekolah, BPJS Kesehatan Ajak Murid SD Hidup Sehat

Terlebih, penyakit katastropik cenderung terjadi karena faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat

Masuk Sekolah, BPJS Kesehatan Ajak Murid SD Hidup Sehat
Fadhly/Tribun Timur
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar senam dan ajakan hidup sehat di SD Inpres Unggulan BTN Pemda Jl AP Pettarani Makassar, Rabu (19/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-BPJS Kesehatan mengajak murid SD Inpres Unggulan BTN Pemda membudayakan pola hidup sehat sejak dini sehingga dapat terhindar dari penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan lain-lain.

Baca: Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa di Kimia Farma

Terlebih, penyakit katastropik cenderung terjadi karena faktor kebiasaan perilaku
hidup tidak sehat, misalnya berlebihan mengonsumsi junk food, kurang olahraga, gizi tidak seimbang, dan sebagainya.

"Dari tahun ke tahun, dana jaminan kesehatan yang terserap untuk membiayai penyakit katastropik kian meningkat. Kalau dibiarkan, hal ini dapat membawa dampat kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS. Oleh karenanya, sangat penting mengajarkan anak-anak sejak dini untuk membiasakan berperilaku sehat setiap hari,” kata Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Wahyuddin Bagenda dalam acara senam dan ajakan hidup sehat di SD Inp Unggulan BTN Pemda, Rabu (19/7/2017).

Baca: BPJSKes Sambangi SD Inpres BTN Makassar, Ini yang Dilakukan

Selain memberi edukasi tentang pola hidup sehat dan makna gotong royong, BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam menyediakan pemeriksaan kesehatan telinga, gigi dan mulut pada kegiatan tersebut.

BPJS
BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam menyediakan pemeriksaan kesehatan telinga, gigi dan mulut pada kegiatan tersebut. (MUH FADHLI)

Hingga 14 Juli 2017, terdapat 179.011.459 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, terdapat total 20.877 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.829 Puskesmas, 4.523 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.360 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.451 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.179 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 181 Klinik Utama), 2.274 Apotek, serta 998 Optik. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved