Akhir 2017, PLN Sulselrabar Tambah Cadangan Listrik 290 MW
Tambahan 290 MW pada akhir tahun berasal dari pembangkit Bosowa Energy sebesar 125 MW yang dioperasikan pada Novemver 2017
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) menjamin pasokan energi listrik mereka aman untuk beberapa waktu ke depan.
General Manager PLN Sulselrabar, Bob Saril mengatakan saat ini PLN memiliki cadangan listrik sekitar 250 MW atau 25 persen terhadap beban puncak 1050 MW dan akan bertambah pada akhir tahun ini.
"Saat ini kita punya cadangan 250 MW, dan jumlah tersebut akan bertambah pada akhir tahun ini dari dua pembangkit listrik baru yakni PLTU Punagaya dan Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto," kata Bob di sela acara PLN Executive Investment Forum 2017, di Grabd Diamond Ballroom Myko Hotel, Rabu (19/7/2017).
Baca: 927.725 Pelanggan PLN Sulselbar Alami Penyesuaian Tarif, Tak Disubsidi Lagi
Tambahan 290 MW pada akhir tahun berasal dari pembangkit Bosowa Energy sebesar 125 MW yang dioperasikan pada Novemver 2017, PLTU Punagaya 100 MW, dan dari PLTD cadangan PLN sebesar 65 MW.
Bob mengatakan, pasokan daya listrik yang ada saat ini yakni 1.250 MW ditambah dengan daya listrik dari pembangkit listrik yang baru 290 MW, berarti tersedia 1.540 MW daya listrik di Sulselrabar pada akhir tahun ini.
"Jadi hampir sekitar 55 persen margin kita terhadap beban puncak, sementara rasio idealnya itu hanya 30 persen, jadi kita memiliki pasokan yang cukup melimpah," ujar Bob.
Ia pun mengajak investor untuk masuk ke Sulsel dan tak perlu lagi takut soal pasokan listrik, yang menurutnya selama ini menjadi salah satu alasan investor enggan berinvestasi di suatu wilayah.
"Kami mengimbau agar investor tidak ragu-ragu lagi berinvestasi di daerah ini, karena kami jamin pasokan daya listriknya cukup tersedia," ujar Bob. (*)