Rektor UNM: Wawancara UKT Tentukan Besarnya Pembayaran SPP Selama Kuliah
Proses wawancara calon mahasiswa baru UNM tersebut dilakukan untuk menentukan jumlah pembayaran Sumbangan Pembayaran Pendidikan (SPP)
Penulis: Hasrul | Editor: Arif Fuddin Usman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr Husain Syam MTP memantau tes wawancara mahasiswa baru UNM yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Ammana Gappa Kampus UNM Gunung Sari, Selasa (4/7/2017).
Menurut Husain Syam, proses wawancara calon mahasiswa baru UNM tersebut dilakukan untuk menentukan jumlah pembayaran Sumbangan Pembayaran Pendidikan (SPP). Peserta adalah calon maba yang lulus dari jalur SNMPTN dan SBMPTN 2017. pada hari pertama wawancara, semua berlangsung lancar.
“Jadi lewat wawancara uang kuliah tunggal (UKT) ini, calon maba akan menentukan besaran SPP-nya yang dibayar ke pihak kampus dari sejak pertama kuliah hingga selesai kuliah di UNM,” kata Husain dalam rilis Humas UNM ke tribun-timur.com.
Baca: Hari Ini, Terakhir Wawancara Jalur SNMPTN dan SBMPTN 2017 di UNM
Baca: Prof Husain Lantik 12 Pengurus LPM Profesi UNM Periode 2017-2018
Adapun pelaksanaan tes wawancara untuk UKT ini digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (4-5/7/2017) di Aula Amanagappa, Kampus UNM Gunungsari. Proses wawancara dipantau rektor, wakil rektor, dan semua dekan fakultas.
“Waktu proses wawancara dilaksanakan selama dua hari, berdasarkan estimasi waktu yang telah diperhitungkan. Kita usahakan semua yang sudah datang hari ini telah diwawancarai, hal itu penting mengingat jarak dan kesibukan orang tua Maba," jelasnya.
45 Orang Pewawancara
Sementara yang menjadi pewawancara adalah pejabat teras lingkup fakultas termasuk ketua Prodi. Sebanyak 45 pewancara melakukan proses wawancara terhadap 3.721 calon Maba yang dilaksanakan selama dua hari.
Baca: UNM Raih Akreditasi A, Prof Agustang: Ini Karya Monumental Prof Husain
Baca: Pendaftaran Jalur Mandiri UNM Diperpanjang Hingga 6 Juli 2017
Husain melanjutkan, ke depan akan direncanakan sebuah sistem, dimana mahasiswa baru akan mengisi sendiri form isian tentang penghasilan orang tua, sehingga tidak ada lagi wawancara.
"Rencana kita akan buat sistem sendiri sehingga mahasiswa baru akan mengetahui berapa nominal pembayarannya. Dengan catatan ketika data yang diinput tidak benar, maka bersedia menerima konsekuensinya, termasuk sanksi pemecatan," jelasnya.
Yang jelas, lanjut Husain, bahwa upaya memberi kemudahan kepada mahasiswa terus diupayakan demi mewujudkan pelayanan yang baik.
Baca: UNM Raih Akreditasi A, Siti Rahma Gregetan
Syamsidar, salah seorang mahasiswa baru Prodi Pendidikan IPA dengan nomor antrian 200, mengatakan bahwa dirinya datang tes wawancara didampingi orang tuanya.
"Saya berharap jumlah pembayaran SPP saat kuliah di UNM nanti sesuai dengan kamampuan orang tua saya. Karena kami berasal dari keluarga biasa," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rektor-unm-husain_20170701_042725.jpg)