Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peringati Hut ke-71 Bhayangkara, Polda Sulsel Laksanakan Tiga Ritual

Tiga ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pihak Polda Sulsel melaksankan tiga ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017).

Tiga ritual itu yakni, upacara pencucian Pataka Pallawa Lipu di Mapolda, Ziarah di Taman Makam Pahlawan, Panaikang dan tabur bunga dipelabuhan Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengaku, dari pencucian pataka sampai ke tabur bunga dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono.

Ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017).
Ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017). (HANDOVER)
Ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017).
Ritual khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, Selasa (4/7/2017). (HANDOVER)

Baca: Peringati HUT ke-71 Bhayangkara, Polda Sulsel Cuci Pataka Pallawa Lipu

"Upacara-upacara ini kita laksanakan untuk refleksi hut ke 71 bhayangkara, ini diikuti semua pejabat utama di mapolda hingga para pegawai polri," kata Dicky.

Lanjut Dicky, pencucian pataka Pallawa Lipu dilalukan untuk mensucikan nilai luhur Tribrata sebagai pedoman Polri dan semangat meraih kepercayaan.

Polda Sulsel mengelar acara pencucian lambang Pallawa Lipu di aula Anindita, markas Polda Sulsel, Selasa (4/7/2017).
Polda Sulsel mengelar acara pencucian lambang Pallawa Lipu di aula Anindita, markas Polda Sulsel, Selasa (4/7/2017). (HANDOVER)

Baca: Berusaha Melarikan Diri, Timsus Polda Sulsel Tembak Pencuri asal Ternate

Pencucian lambang Pataka Pallawa Lipu di Polda berlangsung di Aula Anindhita, setelah itu Ziarah disalah satu makam milik almarhum Brigjen Pol Andi Nurdin.

"Semua upacara miliki makna mengajak seluruh anggota Polri untuk kembali ke jati diri yang suci dan murni pengayom, pelindung dan pelayan," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved