PSBM ke XVII

Bendahara KKSS AS ini Punya Restoran di New York, Perjalanan Kariernya Jempol

Di New York masih butuh kopi, cokelat, seafood, dan komoditi empang. UMKM yang ingin produk unggulnya dipasarkan ke Amerika Serikat kami bisa bantu

Bendahara KKSS AS ini Punya Restoran di New York, Perjalanan Kariernya Jempol
Fadhly/Tribun Timur
Bendahara Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Amerika Serikat, Harianto Jufri. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Belum lama ini, wartawan Tribun-Timur.com mewancara salah satu pimpinan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Amerika Serikat, Harianto Jufri.

Ia menceritakan seperti apa kehidupannya sebagai perantau di negara yang di pimpin Donald Trump itu. Seperti apa kisahnya, berikut untaiannya.

Pada 1998 silam, saya memutuskan hijrah dari Indonesia ke Amerika Serikat. Tak banyak modal. Pendidikan saja pas-pasan, dana pun demikian, di sana pun tidak ada kenalan, hanya bermodal keberanian dan identitas diri.

Saya ke sana menggunakan kapal laut. Berhari-hari di atas kapal, mampir dari satu negara ke negara lain. Berawal di benua Asia, mampir di Eropa, dan tiba juga di Amerika Serikat.

Di Negeri Paman Sam, tak ada kawan. Namun saya harus kerja untuk biaya makan dan tempat tinggal. Kerja pun serabutan, saya pindah-pindah tempat kerja, restoran di daerah Queen, New York saya cuci piring, kafe di daerah Brooklyn, New York saya mengepel, hingga jadi tukang masak telah dilalui.

Baca: Ketua KKSS Australia Sri Nurmaal Tohl, Pengusaha Sukses, Ekspor Sapi Hingga Amerika

Tidak gampang hidup di sana, tanpa kenalan atau link. Memang harus pintar survive, kalau tidak yah pulang ke Tanah Kelahiran dengan tangan kosong. Itu bukan karakter Bugis-Makassar.

Hingga 10 tahun di Amerika, saya pun bersama teman di New York membuat sebuah restoran bernama Java Indonesian Rijsttafel di daerah Ohio, New York. Sembari nyambi jadi supir Uber. Alhamdulillah rezeki datang, begitu pun jodoh.

Tiga tahun setelah bergelut di bisnis kuliner, saya bertemu dengan jodoh saya. Perkenalan yang singkat di rana bisnis kuliner membuat kita jatuh hati. 2011 kita menikah, dan Alhamdulillah sudah dikaruniai dua anak.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved