Idulfitri 1438 H

Wahdah Islamiyah Pastikan 1 Syawal Jatuh pada Minggu Besok, Ini Pertimbangannya

Namun, tetap harus menunggu sidang istbat yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia malam ini

Wahdah Islamiyah Pastikan 1 Syawal Jatuh pada Minggu Besok, Ini Pertimbangannya
HANDOVER
Andi Akhyar, SPd MSc anggota Lajnah Komisi Rukyat dan Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah kemungkinan besar jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017, besok.

Andi Akhyar, SPd MSc anggota Lajnah Komisi Rukyat dan Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah mengatakan ketinggian bulan saat waktu magrib sebagai akhir 29 Ramadan pada 24 Juni 2017 sudah lebih 2 (dua) derajat.

Hal ini berdasarkan bidang ilmu Atronomi yang pelajari dengan hitungan dan metode tertentu.

"Ketinggian hilal besok (Ahad), di bagian Indonesia bagian timur sudah 3 derajat. Dan Indonesia bagian barat umumnya 4 derajat." katanya, Sabtu (24/6/2017) di Masjid Baiturrahim, DPD Wahdah Islamiyah Soppeng, via rilis yang diterima tribun-timur.com.

A Akhyar yang juga ketua Lidmi (Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia dan alumni UGM ini mengatakan, luas wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga meskipun saat ini Wilayah Indonesia di bagian Timur sebagian besar musim hujan, namun di bagian barat Indonesia musim kemarau sehingga kemungkinan besar terlihat di bagian barat.

Namun lanjutnya, tetap harus menunggu sidang istbat yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia malam ini, dalam hal ini depertemen Agama, dan ormas Islam yang ada d Indonesia.

Secara umum penentuan awal bulan, dibagi menjadi 3, yaitu
1. Rukyat Global
Rukyat global adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya. Prinsip ini antara lain dipakai oleh Hizbut Tahrir Indonesia. (Antara. 30 Agustus 2011)

2. Rukyat Lokal
Rukyat lokal berdasarkan keputusan disetiap pemerintah negara. Rukyat lokal ini biasa juga disebut imkanur rukyat.
Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah, dengan beberapa prinsip diantaranya tinggi bulan di atas 2 derajat.

3. Metode Hisab
Metode hisab menentukan awal bulan hijrah dengan menghitung posisi pergerakan bumi, bulan, dan matahari yang beraturan. Metode hisab ini menggunakan kriteria Wujudul Hilal untuk Muhammadiyah dan Mabims untuk NU (pemerintah). (*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved