Ramadan 1438 H
Mengenal Lebih Dekat Masjid Katangka, Masjid Tertua dan Bersejarah di Sulsel
Nuansa didalamnya masih disuguhi dengan bentuk arsitek peninggalan sebelumnya. Seperti dari jendela, mimbar, mihrab, dan tiang-tiang penyangga masjid
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ardy Muchlis
Jendela masjid berjumlah enam yang bermakna rukun imam. Pintunya berjumlah lima yang menandakan rukun islam. Empat tiang bermakna bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki empat sahabat.
Sayangnya, beberapa tahun terakhir masjid ini sering kebanjiran.
“setiap musim penghujan, air pasti masuk didalam masjid,sampai 30 cm tingginya,” ujarnya.
Ia pun beranggapan jika banjir disebabkan banyaknya perumahan disekitar dan drainase yang tidak baik.
“saya berharap agar pemerintah bisa sedikit memperhatikan. Datang meninjau supaya ditahu mau diapakan ini. Sebab sampai makam di belakang juga tergenang. Makam raja-raja Gowa selalu kebanjiran. Sekarang saja genangan air masih ada. Selama puasa ini sudah tiga kali tergenang disini,”.
Seorang pengunjung yang ditemui, Salma, mengaku prihatin dengan bencana banjir yang sering melanda masjid yang berdiri di pinggir jalan perbatasan Gowa-Makassar itu.
“iya memang selalu banjir, seharusnya ada perhatian, bagaimana pun masjid ini kan sudah jadi lokasi wisata sejarah dan religi. kalau bangunan nya saya rasa tidak ada yang perlu dirubah. Karena tetap meninggalkan nuansa bangunan sebelumnya,” ujarnya. (Won)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/katangka_20170622_180253.jpg)