Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1438 H

Mengenal Lebih Dekat Masjid Katangka, Masjid Tertua dan Bersejarah di Sulsel

Nuansa didalamnya masih disuguhi dengan bentuk arsitek peninggalan sebelumnya. Seperti dari jendela, mimbar, mihrab, dan tiang-tiang penyangga masjid

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ardy Muchlis
Wa Ode Nurming/Tribun Timur
Masjid Tua Katangka Gowa, Sulsel 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Libur lebaran, mungkin anda bisa memilih Masjid Tua Katangka Gowa.

Masjid yang terletak di Jl. Syekh Yusuf, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa, ini memang sudah dikenal sebagai lokasi wisata religi dan sejarah, khususnya bagi yang ingin mengenal Kerajaan Gowa.

Wisatawan lokal hingga mancanegara banyak berkunjung di masjid tertua ini. Sebut saja turis Srilanka, Thailand, Malaysia dan lainnya.

“Bahkan Afrika Selatan yang mempunyai hubungan emosional dengan Gowa juga ada yang pernah berkunjung kesini,” ujar Ketua Pengurus Masjid Tua Katangka, Maddatuang, saat ditemui kemarin.

Masjid Tua Katangka Gowa, Sulsel
Masjid Tua Katangka Gowa, Sulsel (Wa Ode Nurming/Tribun Timur)

Masjid yang sudah berumur kurang lebih 400 tahun itu, bahkan biasa dijadikan sebagai objek penelitian oleh pengunjung.

Kenapa, meski sebab dikatakan tua, bangunan yang dibangun di tahun 1603 itu menyisakan sisa bangunan yang sengaja tidak dirubah.

Nuansa didalamnya masih disuguhi dengan bentuk arsitek peninggalan sebelumnya.

Seperti dari jendela, mimbar, mihrab, dan tiang-tiang penyangga masjid.

“lantai yang digunakan waktu pertama kali masjid ini dibangun juga masih kita simpan . Sekali-kali dikeluarkan jika ada pengunjung datang melihat,” jelasnya.

Masjid Tua Katangka Gowa, Sulsel
Masjid Tua Katangka Gowa, Sulsel (Wa Ode Nurming/Tribun Timur)

Masjid yang memiliki nama asli Al Hilal Katangka ini pertama kali direnovasi tahun 1800 an, oleh Raja Gowa ke XXX Sultan Abdul Rauf dan terakhir di renov 2007 lalu.

Keunikannya bisa dilihat dari bentuk tiangnya. Silinder memanjang yang diadaptasi dari Negara Portugis.

Lalu mimbarnya memiliki sentuhan ornamen Cina.

“pendiri masjid ini dulu Sheikh Muhsin asal Arab yang juga penyebar agama Islam di Gowa banyak berhubungan dengan Gujarat-gujarat Cina dan Portugis, jadi banyak sentuhan Cina dan Portugis,”.

Mihrab nya pun jauh berbeda dengan mihrab di masjid pada umumnya. Kecil dan sebatas tinggi imamnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved