Ramadan 1438 H
Tak Ada Jamaah Perempuan di Masjid yang Didirikan Keturunan Arab Ini
masjid yang terletak di Jl Lombok atau kawasan Pecinan ini dibangun sejak tahun 1905 dan mulai digunakan tahun 1907 Masehi.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Masjid As' Said merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun warga keturunan Arab di kota Makassar.
masjid yang terletak di Jl Lombok atau kawasan Pecinan ini dibangun sejak tahun 1905 dan mulai digunakan tahun 1907 Masehi.
Berdasarkan penelusuran Tribun Timur, masjid yang memiliki luas lahan 2100 meter persegi ini dibangun oleh pendatang arab asal Yaman.
"Pendirinya itu Habib Hasan bin Muhammad Asshofi bersama sahabatnya Habib Ali bin Abdurahman Shihab," ujar Imam masjid As'Said, Habib Alwi Bufaqih, saat ditemui, Minggu (27/5/2017).
Di masjid ini ada tradisi yang berbeda, yakni terkait aturan jamaah masjid. Khusus bagi perempuan tak diperbolehkan mengikuti salat berjamaah.
"Kalau ada wanita yang salat berjamaah di masjid ini, itu biasanya karena tidak tahu dan pasti itu bukan keturunan orang Arab," papar Alwi.
Menurutnya, mungkin sebagian umat Islam menilai masjid ini agak aneh, karena berbeda dengan masjid kebanyakan di Indonesia yang umumnya ada jamaah pria dan wanita.
"Tapi kalau kita lihat masjid-masjid di Timur Tengah, kecuali masjid yang diziarahi seperti Masjidil Haram, Masjid Kuba, Masjid Aqsa, dan Masjid Madinah, itu juga umumnya hanya diizi jamaah pria. Tidak ada jamaah wanitanya," katanya.
Hal itu bukan karena mengikuti tradisi umat Islam di Timur Tengah. Melainkan karena berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa sebaik-baik salat bagi wanita adalah di dalam-dalamnya rumah atau di bilik kamarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/masjid-as-said_20170528_154444.jpg)