Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jalan Panjang Menggapai Puncak Para Dewa

Puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Mahameru dan disebut-sebut sebagai puncak abadi para dewa.

Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Anita Kusuma Wardana
DOK.IMESUMMIT
Rombongan Indonesian Mate Expedition di Puncak Mahameru, Gunung Semeru, Minggu (9/4/2017) 

Tiba di pos empat, keindahan Ranu Kumbolo akan mulai terlihat dari atas.

Ranu Kumbolo adalah surga kecil di tengah-tengah Gunung Semeru.

Berada di ketinggian 2400 mdpl, Ranu Kumbolo adalah tempat favorit bagi pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Mahameru.

Suasana Ranu Kumbolo di pagi hari
Suasana Ranu Kumbolo di pagi hari (DOK.IMESUMMIT)

Saat memberikan briefing kepada para pendaki yang akan melakukan perjalanan, Koordinator Sahabat Volunteer Semeru (Saver) Indonesia, Cak Yo mengingatkan agar para pendaki menjaga kebersihan air di Ranu Kumbolo.

“Jika ingin mengambil air, sebaiknya pakai botol mineral. Diimbau tak menggunakan nesting sisa memasak karena dikhawatirkan masih ada sisa minyak. Begitupun jangan buang sisa makanan ke dalam danau,”kata Cak Yo, Jumat (7/4/2017)

Satu hal lagi yang diingatkan Cak Yo, yakni tak boleh mandi dalam danau seperti dalam adegan yang dipertontonkan para pemain film 5 cm. Selain mengotori danau, dinginnya air Ranu Kumbolo bisa membahayakan nyawa.

Mitos Tanjakan Cinta

Meninggalkan Ranu Kumbolo, kita akan mendaki bukit yang cukup terjal yang dikenal dengan nama Tanjakan Cinta.

Karena ekosistem yang semakin rusak, pihak TNBTS menyediakan jalur alternatif lain di sisi utara Ranu Kumbolo.

Ada mitos yang dipercaya, siapapun yang mendaki Tanjakan Cinta sambil memikirkan pasangannya tanpa menoleh ke belakang sedikitpun hingga sampai diatas bukit, hubungan percintaannya akan langgeng dan berjodoh.

Tanjakan Cinta
Tanjakan Cinta (DOK.IMESUMMIT)

"Banyak pendaki yang masih ingin membuktikan mitos Tanjakan Cinta, sehingga Tanjakan Cinta masih jadi jalur utama pendaki untuk sampai ke bukit,"ujar Cak Yo.

Setelah berada di atas bukit, akan tampak Oro-oro Ombo, padang savana yang banyak ditumbuhi tanaman berwarna ungu yang banyak dikira bunga Lavender. Namun, bunga ini bernama asli Verbena Brasiliensis Vell.

Cak Yo menambahkan, tanaman tersebut merupakan gulma yang memiliki daya serap air tinggi.

Akibatnya tanaman yang berada di sekitarnya bisa ikut mati. Sehingga, para pendaki diperbolehkan untuk mencabutnya.

Bunga Verbena Brasiliensis Vell di Oro-oro Ombo, Gunung Semeru.
Bunga Verbena Brasiliensis Vell di Oro-oro Ombo, Gunung Semeru. (DOK.IMESUMMIT)

Selepas Oro-oro Ombo, kita akan sampai di Cemoro Kandang di ketinggian sekitar 2500 mdpl.

Dari sini pendakian akan terus menanjak dengan menembus perbukitan pohon cemara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved