Jalan Panjang Menggapai Puncak Para Dewa
Puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Mahameru dan disebut-sebut sebagai puncak abadi para dewa.
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Anita Kusuma Wardana
Tiba di pos empat, keindahan Ranu Kumbolo akan mulai terlihat dari atas.
Ranu Kumbolo adalah surga kecil di tengah-tengah Gunung Semeru.
Berada di ketinggian 2400 mdpl, Ranu Kumbolo adalah tempat favorit bagi pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Mahameru.

Saat memberikan briefing kepada para pendaki yang akan melakukan perjalanan, Koordinator Sahabat Volunteer Semeru (Saver) Indonesia, Cak Yo mengingatkan agar para pendaki menjaga kebersihan air di Ranu Kumbolo.
“Jika ingin mengambil air, sebaiknya pakai botol mineral. Diimbau tak menggunakan nesting sisa memasak karena dikhawatirkan masih ada sisa minyak. Begitupun jangan buang sisa makanan ke dalam danau,”kata Cak Yo, Jumat (7/4/2017)
Satu hal lagi yang diingatkan Cak Yo, yakni tak boleh mandi dalam danau seperti dalam adegan yang dipertontonkan para pemain film 5 cm. Selain mengotori danau, dinginnya air Ranu Kumbolo bisa membahayakan nyawa.
Mitos Tanjakan Cinta
Meninggalkan Ranu Kumbolo, kita akan mendaki bukit yang cukup terjal yang dikenal dengan nama Tanjakan Cinta.
Karena ekosistem yang semakin rusak, pihak TNBTS menyediakan jalur alternatif lain di sisi utara Ranu Kumbolo.
Ada mitos yang dipercaya, siapapun yang mendaki Tanjakan Cinta sambil memikirkan pasangannya tanpa menoleh ke belakang sedikitpun hingga sampai diatas bukit, hubungan percintaannya akan langgeng dan berjodoh.

"Banyak pendaki yang masih ingin membuktikan mitos Tanjakan Cinta, sehingga Tanjakan Cinta masih jadi jalur utama pendaki untuk sampai ke bukit,"ujar Cak Yo.
Setelah berada di atas bukit, akan tampak Oro-oro Ombo, padang savana yang banyak ditumbuhi tanaman berwarna ungu yang banyak dikira bunga Lavender. Namun, bunga ini bernama asli Verbena Brasiliensis Vell.
Cak Yo menambahkan, tanaman tersebut merupakan gulma yang memiliki daya serap air tinggi.
Akibatnya tanaman yang berada di sekitarnya bisa ikut mati. Sehingga, para pendaki diperbolehkan untuk mencabutnya.

Selepas Oro-oro Ombo, kita akan sampai di Cemoro Kandang di ketinggian sekitar 2500 mdpl.
Dari sini pendakian akan terus menanjak dengan menembus perbukitan pohon cemara.