Buku Gelombang Perlawanan di Tepian Matano Dibedah di Tribun Timur
Sawedi menyebutkan dalam buku ini dipertegas tentang resistensi masyarakat yang ada di kawasan pertambangan PT Inco di Sorowako, Luwu Utara, Sulsel.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Buku berjudul Gelombang Perlawanan di Tepian Matano dibedah oleh sang penulis Sawedi Muhammad di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (23/3/2017).
Bedah buku tersebut juga dihadiri Budayawan Sulsel Alwy Rachman, Arkeolog Iwan Sumantri, Sekretaris Jurusan Sosiologi Fisipol Unhas Dr Mansyur Radjab, Wakil Direktur Walhi Sulsel Muhammad Al Amin, Ketua FIK Ornop Sulsel Asram Jaya, sejumlah dari Unismuh dan Unhas, penerbit Ininnawa, dan praktisi.
Sawedi menyebutkan dalam buku ini dipertegas tentang resistensi masyarakat yang ada di kawasan pertambangan PT Inco di Sorowako, Luwu Utara, Sulsel.
Menurutnya, dengan hadirnya pertambangan ditengah permukiman masyarakat, itu ia yakini akan menghadirkan kepentingan dan kebergantungan.
Ia menyebutkan masyarakat yang bermukim di kawasan pertambangan ini tak henti melakukan perlawanan, tapi disisi lain ia juga hawatir akan kehilangan mata pencaharian.
"Situasi ini saya namai Konspirasi dari Mafia Berkeley," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bedah-buku_20170323_201335.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bedah-buku2_20170323_200911.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bedah-buku3_20170323_201024.jpg)