Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Panen Berlimpah, Kerajaan Marusu Gelar Katto Bokko

perayaan Katto Bokko ini merupakan salah satu wujud rasa syukur untuk hasil panen padi yang melimpah tiap tahunnya.

Tayang:
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Kerajaan Marusu menggelar Katto Bokko dilakukan di istana Balla Lompoa Marusu, Lingkungan Kassikebo, Jalan Taqwa nomor 9, Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan, Maros Baru. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kerajaan Adat Marusu sebagai salah satu kerajaaan tertua Maros, hingga saat ini masih mempertahankan tradisi dalam upaya melestarikan adat istiadat.

Salah satu upaya kerajaan Adat Marusu dalam pelestarian tradisi budaya tersebut yakni dengan melaksanakan upacara Adat Budaya Tahunan Katto Bokko atau upacara panen raya, Rabu (15/3/2017)

Katto Bokko dilakukan di istana Balla Lompoa Marusu, Lingkungan Kassikebo, Jalan Taqwa nomor 9, Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan, Maros Baru. 

Upacara panen raya ini dilaksanakan bekerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros yang merupakan lanjutan dari upacara Mappalili' yang dilaksanakan bulan November 2016 lalu untuk memulai musim tanam di Maros.

Pemangku Adat Kerajaan Marusu, Andi Abdul Waris Karaeng Sioja mengatakan, perayaan Katto Bokko ini merupakan salah satu wujud rasa syukur untuk hasil panen padi yang melimpah tiap tahunnya.

"Selain bentuk kesyukuran kami, upacara ini juga serta sebagai upaya menjaga nilai-nilai tradisi dan kebersamaan serta gotong royong masyarakat," katanya.

Karaeng Sioja menjelaskan padi tidak akan dipanen sebelum perayaan Katto Bokko ini, karena sudah menjadi tradisi turun temurun dan sebagai ritual panen yang menandai musim panen padi telah dimulai.

Sementara salah seorang anggota keluarga Kerajaan Marusu, Muslimin menjelaskan Katto yakni kegiatan memanen padi secara tradisional yaitu dengan menggunakan ani-ani untuk memotong tangkai buah padi. 

Sementara, Bokko yakni tangkai buah padi yang dikumpulkan dan diikat dalam satu rumpun besar.

Padi ini kemudian diarak puluhan masayarakat secara bergantian dari sawah menuju Balla Lompoa yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Setibanya di halaman Balla Lompoa, padi ini kemudian disambut dengan prosesi penerimaan oleh Raja Adat Marusu ke-24 Andi Abd. Waris Karaeng Sioja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, Rahmat Burhanuddin berharap tradisi seperti ini bisa terus dilestarikan sehingga generasi muda saat ini tidak lupa pada adat istiadat masa lalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved