Perspektif
Rajawali atau Dinosaurus
Ini alasan mengapa burung rajawali ini saat usianya menua lalu melakukan hal aneh yakni mematuk batu keras hingga paruhnya terlepas.
Oleh: Syamril
Human Capital Kalla Group
Alangkah gagahnya burung rajawali yang sedang terbang di angkasa. Sayapnya demikian lincah bermanuver, matanya penuh konsentrasi dan siap mencari mangsa. Paruhnya yang kuat dan runcing dapat menangkap mangsa dengan mudah.
Namun seiring waktu saat usianya semakin tua, maka mulailah dia lemah. Tak bisa lagi terbang dengan lincah. Tak bisa lagi mengejar mangsa dengan semangat. Paruhnya pun semakin melengkung dan sulit untuk menangkap mangsa.
Ternyata saat usianya semakin tua, burung rajawali ini melakukan sesuatu yang aneh. Dia pergi ke gunung dan mencari batu-batu cadas yang keras, lalu dipatuknya sekuat tenaga sampai ujung paruhnya lepas.
Tidak hanya itu, dia juga mencabut bulu-bulu sayapnya. Mengapa dia berbuat demikian? Mengapa rajawali melakukan itu? Ternyata rajawali ingin agar paruhnya kembali kuat dengan cara melepaskan paruh lamanya.
Beberapa bulan kemudian paruh baru akan tumbuh dan kembali kuat seperti semula. Demikian pula dengan sayapnya, kembali tumbuh bulu yang baru dan menjadi kuatlagi.
Burung rajawali melakukan peremajaan diri dengan proses yang menyakitkan, penuh penderitaan dan butuh waktu yang berbulan-bulan.
Hasilnya setelah melalui penderitaan maka jadilah rajawali kembali ‘muda’. Dampaknya tidak hanya itu, burung rajawali pun hidupnya menjadi lebih lama, seolah-olah memulai hidup yang baru.
Jika umur satu siklusnya 40 tahun maka setelah melewati masa peremajaan dengan penuh penderitaan maka umurnya bisa mencapai 70 tahun. Apa pelajaran dari burung rajawali ini?
Jika Anda ingin terus tumbuh dan berkembang maka lakukanlah selalu perubahan diri. Pengetahuan, keterampilan dan sikap Anda yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kekinian segera di-up date.
Dunia terus berubah, ilmu pun berkembang. Maka carilah ilmu terbaru yang terkait dengan pekerjaan Anda. Terus belajar meningkatkan kualitas diri.
Jangan pernah merasa pintar, tapi pintarlah merasa. Jangan pernah merasa matang, tapi selalulah merasa mentah meskipun sudah matang. Hati-hati, buah yang sudah matang artinya sebentar lagi akan busuk.
Metode, teknologi dan tools terus berubah dan berkembang. Carilah kesempatan untuk belajar agar dapat menguasai metode, tools dan teknologi terbaru.
Jika metode, teknologi dan tools baru sudah dikuasai maka segera aplikasikan sehingga memberi dampak pada cara kerja agar lebih efektif dan efisien sehingga kinerja dapat meningkat.
Selanjutnya evaluasi sikap dan perilaku selama ini. Apakah ada yang masih negative dan dapat menghambat relasi dengan orang lain atau menghambat optimalisasi potensi diri sendiri. Segera identifikasi kemudian lakukan perbaikan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamril-ll_20150410_140241.jpg)