Agar Penderita DBD Tak Sebanyak Tahun Lalu, Ini yang Dilakukan Dinkes Luwu Utara
Jumlah tersebut meningkat secara singnifikan bila dibandingkan dengan jumlah penerita DBD pada tahun 2015 yang hanya 169 orang.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Luwu Utara sepanjang tahun 2016 mencapai 353 orang.
Jumlah tersebut meningkat secara singnifikan bila dibandingkan dengan jumlah penerita DBD pada tahun 2015 yang hanya 169 orang.
"Penderita DBD tahun 2016 mencapai 353 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, Andi M Nasrum, kepada TribunLutra.com, Sabtu (4/3/2017).
Untuk menekan jumlah penderita DBD tahun 2017 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara membuat program gerakan satu rumah satu jumantik.
Jumantik (juru pemantau jentik) merupakan anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungannya.
Gerakan ini dideklarasikan oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani di Lapangan Subiantoro, Kecamatan Sukamaju, Kamis (2/3/2017).
"Adanya program satu rumah satu jumantik diharapkan dapat menekan kasus demam berdarah di Luwu Utara," kata Indah.