Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kajari Makassar Ternyata 1 dari 15 Jaksa Pilihan Presiden SBY Tahun 2005

Dicky Rachmat Rahardjo (53) akan diserahterimakan di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Siang Ini

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Rachmat Rahardjo. Jabatan Kajari Kota Makassar diserahterimakan dari Deddy Suwardi Surachman (54) kepada Dicky Rachmat Rahardjo (53) akan diserahterimakan di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (1/3/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Jika tak ada aral melintang, Rabu (1/3/2017) pukul 11.00 wita siang ini, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Makassar diserahterimakan dari Deddy Suwardi Surachman (54) kepada Dicky Rachmat Rahardjo (53) akan diserahterimakan di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jl Somba Opu, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar.

Deddy selanjutnya dipromosi menjadi Asisten Intelijen Kejati Sumatra Selatan di Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan pejabat baru, Dicky sebelumnya menjabat Kepala Bagian Tata Usaha di kantor Jaksa Agung Muda Pengawasan (JamWas) Kejaksaan Agung di Jakarta.

Pelantikan di rujab wali kota ini berbalut kontroversi. Pasalnya, selama dua tahun terakhir, masih ada bengkalai kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat teras di Pemkot Makassar.

Aktivis penggiat anti-korupsi dan politisi DPRD di Makassar menyebut, seremoni itu sarat simbol penegakana yang bisa membuat penyidik kejaksaan disorot dan dicurigai.

Namun, menurut Wali Kota Makassar Danny Pomanto, inisiatif pelantikan Kajari kota terbesar di Indonesia Timur itu, datang dari Kajati Sulselbar Yan Samuel Maringka.

Yan, baru dilantik oleh Jaksa Agung HM Prasetyo menggantikan Kajati Hidayatullah, 22 Februari 2017 lalu, bersama 9 Kajati di Indonesia lainnya, itu menurut pengakuan Danny, agar mendekatkan pihak jaksa penyidik dan penuntut negara kepada aparatur pemerintah kota dengan

Terlepas dari kontroversi itu, publik pun bertanya. Siapa sebenarnya Dicky Rachmat Radharjo?

Apakah dia bisa menjalankan tugasnya secara independen, tanpa terpengaruh dengan "jasa" seremoni pelantikan dan makan siang bagi seratusan tetamu yang diundang pihak Kejati, Kejari, dan Pemkot sebagai tuan rumah seremoni?

Dicky kelahiran Jakarta, 29 November 1963. Artinya, jika usia pensiun jaksa 60 tahun, Dicky masih akan menapaki tangga karier di Korps Adhyaksa 2024, atau sekitar 7 tahun lagi. JIka pun diperpanjang 2 tahun, dia harus memangki jabatan jaksa agung muda.

Peluang itu ada. Mengingat, kIni jabatan kepangkatan DickY di korps kejaksaan adalah Jaksa Utama Pratama atau Golongan IV/b.

Jabatan terakhir Dicky, sebelum menggantikan Denny di Makassar adalah Kepala Bagian Tata Usaha di kantor Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung.

Di posisi ini, mengkonfirmasikan Dicky punya akses dan jaringan kuat di level jaksa provinsi dan kabupaten/kota. hampir tiap dua pekan, Dicky bertugas mengawasi sistem manajerial, penanganan kasus, termasuk etika jaksa di seluruh Indonesia.

Karier Dicky di Korps Adhyaksa mulai moncreng saat dia berusia 42 tahun. DI tahun 2005 lalu, dia sudah mendapat kepercayaan negara untuk bergabung di Tim Koordinasi PemberantasanTindak Pidana Korupsi atau yamg lebih dikenal di awal pemerintahan periode pertama Presiden SBY-JK dengan Timtas Tipikor.

Dicky termasuk 1 dari 15 jaksa pilihan Indonesia untuk bekerjasama dengan 30 penyidik negara dari Mabes Polri dan auditor pilihan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

SK pengangkatan Dicky diteken langsung oleh Presiden SBY. Ketua Timtas Tipikor saat itu adalah Jaksa AGung Muda Tipikor Hendarman Supandji.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved