Ini Cerita Korban Diduga Keracunan di Pesta Hajatan Posi Luwu
Elmiati bertetangga dengan keluarga dari perempuan yang hendak dilamar, Sukriani.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Mahyuddin
TRIBUNLUWU.COM, BUA - Elmiati (33), korban keracunan di acara lamaran di Desa Posi, Kecamatan Bua, Luwu, hanya makan secuil dari potongan makanan dangkot ayam.
"Hamil lima bulan, saya cuman makan sedikit, cuman potongan kecil saja bagian leher, pokoknya sedikit sekali saja saya makan," ujarnya kepada TribunLuwu.com, Selasa (28/2/2017).
Elmiati bertetangga dengan keluarga dari perempuan yang hendak dilamar, Sukriani, warga Dusun Polopadang, Desa Posi, Kecamatan Bua, Luwu.
"Tetangga ka dengan rumah yang dilamar, cuman tiga rumah saja antaranya, keluarga ka juga," ucapnya.
Sukriani, guru Sekolah Dasar (SD) Tupondan, Bastem, melangsungkan acara lamaran, Minggu (26/2/2017) siang.
Berselang lebih dari 12 jam setelah menikmati dangkot itu, korban mulai demam, pusing dan muntah-muntah.
Mereka dilarikan ke Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Bua, pada Senin (27/2/2017) dini hari.
Saat ini, Elmiati, masih dirawat di Puskesmas bersama adiknya dan sudah menghabiskan dua botol cairan infus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/keracunan-luwu_20170228_182149.jpg)