BPBD Wajo Punya Teknologi Pemantau Bencana, Satu-satunya di Sulsel
Teknologi berupa tablet raksasa. Satu-satunya di kalangan kantor BPBD yang ada di Sulsel saat ini.
Penulis: St Hamdana Rahman | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUN-TIMUR.COM, TEMPE- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo punya teknologi baru untuk memantau bencana dari kantor yang beralamat di Jl Lontar, Kota Sengkang, Wajo.
Teknologi berupa tablet raksasa. Satu-satunya di kalangan kantor BPBD yang ada di Sulsel saat ini.
BPBD Wajo satu dari 20 BPBD di Indonesia yang menggunakan alat tersebut.
Alat ditempatkan di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Wajo, satuan baru yang dibentuk BNPB.
Fungsinya sebagai pengendali koordinasi antara Pusdalops se-Indonesia.
"Mau pun memfasilitasi pelaporan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat," kata Ketua Pelaksana BPBD Wajo, Alamsyah HM, kepada TribunWajo.com, di kantornya, kemarin.
Saat diwawancarai tribunwajo.com, Alamsyah HM sempat video conference (berkomunikasi lewat video) dengan Pusdalops Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, melalui tablet raksasa tersebut.
Pusdalops BPBD Wajo mulai beroperasi awal Januari 2017. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bpbd-wajo-5790_20170217_103159.jpg)