Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Di Australia, 41 Tahun Lalu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo Gondrong, Ungkap ini Kerjanya

Ayah Syahrul, menjabat kolonel TNI-AD pada Kodam Hasanuddin (sekarang Kodam VII/Wirabuana). Sedangkan Doni, anak seorang perwira

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
HAND OVER
Gambar Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memakai kemeja berdasi kuning plus kacamata ala pilot. 

“Dia inilah yang bantu saya mengatur jatah makan 30-an pemuda Indonesia yang merantau ke Sydney,” ujar Syahrul. 

Baca: Blakblakan Syahrul Yasin Limpo soal Kenakalannya, Pacari 2 Cewek Australia, Hingga Jadi Godfather

Pada eranya, Doni dan Syahrul sama-sama anak perwira tentara.

Ayah Syahrul, menjabat kolonel TNI-AD pada Kodam Hasanuddin (sekarang Kodam VII/Wirabuana). 

Sedangkan Doni, anak seorang perwira senior pada Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dekade 1970 hingga 1980-an.

“Kalau saya tidak salah ingat, ayah Doni ini salah satu Wakil atau Deputi Laksamana Sudomo di Kopkamtib,” ujar Syahrul kepada Tribun-Timur.com, di sebuah restoran di Jl Pattimura, Makassar, sehari setelah lawatan enam hari di Negeri Kangguru itu, Minggu (12/2/2017).

Sudomo adalah Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) tahun 1978-1983, yang selama lima tahun sebelumnya juga manjabat wakil Pangkopkamtib, dimana Presiden Soeharto, menjabat Panglima.

Oleh Doni, Syahrul terharu dan sempat mengeluarkan air mata dingin, saat diperlihatkan foto mereka di sebuah flat, atau semacam kos-kosan di sekitar Kings Road, Sydney

Doni kini sudah menjadi permanent resident atau warga tetap di Sydney, namun tetap jadi warga negara Indonesia. 

syahrul
[Syahrul Yasin Limpo melalui handphone memperlihatkan foto kenangannya. TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR]

“Itu foto malam, jelang lebaran kalau ndak salah ingat. Doni duduk di sampingku, saya yang paling gonrong pakai baju putih itu,” ujar Syahrul seraya memperlihatkan foto jadul yang dia bawa jadi ole-ole dari Australia.

[Foto kenangan Syahrul (kiri) berambut gondrong di Sydney, sekitar tahun 1975 atau 1976 bersama kawannya.]
[Foto kenangan Syahrul (kiri) berambut gondrong di Sydney, sekitar tahun 1975 atau 1976 bersama kawannya. REPRO] 

JIka hanya diperhatikan sepintas, foto Syahrul di flat itu, laiknya wanita.

“Itu memang gaya rambut hippies saat itu, modelnya Rod Stewart, Paul Mc Carthney, gitu-gitulah gaya gaul kita dulu,” ujar Syahrul. 

Beberapa teman spergaulan Syahrul di Sydney juga antara lain saudara-sayara Hary Tanoesoedibjo, bos MNC Group saat ini. 

“Tapi mereka ndak lama, lalu pindah ke Amerika, lanjut kuliah di sana, saya balik kuliah di Trisakti, lalu pindah ke Atmajaya, dan sempat daftar di Akademi Bahasa Asing (ABA) di Yogya, karena ada teman yang ngajak, sebelum pulang kuliah dan selesai di Fakultas Hukum Unhas,” ujar Syahrul tentang sekelumit hidup masa usia 20 hingga 27 tahun.

Di Australia, Syahrul diceritakan bagaimana dia dipercaya oleh sekitar 30-an pemuda asal Indonesia, kebanyakan dari Kupang dan Timor Timur, untuk memegang bank account (rekening) dan izin kerja mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved