Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Di Australia, 41 Tahun Lalu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo Gondrong, Ungkap ini Kerjanya

Ayah Syahrul, menjabat kolonel TNI-AD pada Kodam Hasanuddin (sekarang Kodam VII/Wirabuana). Sedangkan Doni, anak seorang perwira

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
HAND OVER
Gambar Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memakai kemeja berdasi kuning plus kacamata ala pilot. 

Laporan jurnalis Tribun Timur, Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Melawat sepekan ke Australia, awal Februari 2017 lalu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (61), mengaku pulang dengan hati berbunga-bunga.

Ada apa?

Di Perth, negara bagian Australia Barat, ia berkunjung ke pusat pendidikan peternakan terbesar di Asia Pasifik, Muresk Institute. 

Di Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, kota terbesar di negara benua itu, — atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel,– dia membuka peluang training kompetensi tenaga pengajar di Sulsel dengan komitmen letter of intent dengan Departement Education and Training New South Wales, untuk berguru di University of Technology Sydney.

Di dua kota penting Australia ini, Syahrul juga dijamu khusus paguyuban warga Sulsel, PKSS.

Dua elite diplomat di kota itu, juga menyambutnya. Suka cita.

syahrul
[Syahrul Yasin Limpo (kanan) memperlihatkan foto kenangannya. TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR]

Di Perth, Syahrul dijamu Konsul Jenderal RI, Padmo Sarwono.

Di Sydney,  mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini dijemput Konsul Jenderal, Yayan Gandahayat Mulyana dengan tari Paduppa.

Ini ritual penyambutan tetamu khas Bugis-Makassar.

Lawatan sepekan itu,adalah tindaklanjut kerjasama sektor pertanian dan pendidikan yang ditawarkan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, awal tahun ini.

Namun, hati berbunga-bunga sang gubernur itu kian mekar di Sydney.

Di kota utama negeri Commonwealth Inggris ini, sarjana hukum Universitas Hasanuddin ini bertemu dua sahabat lamanya pada dekade awal 1970-an.

“Doni dan Ari mempelihatkan saya foto gonrong waktu merantau 2 tahun di Sydney,” ujar Syahrul kepada Tribun-Timur.com, seraya memperlihatkan foto gaya anak muda hippies di Sydney, 40 tahun silam.

Doni dan Ari bukan sahabat sembarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved