Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pulu' Mandoti Alias Beras Santet Asal Enrekang, Termahal Indonesia

Pulu Mandoti biasa juga disebut beras santet karena aromanya yang mengundang selera sehingga yang masak beras ini wajib memberikan kepada tetangganya.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Imam Wahyudi
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Pulu' Mandoti 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pulu' Mandoti adalah salah satu beras lokal jenis ketan wangi yang hanya akan ditemukan di Kabupaten Enrekang.

Pulu' Mandoti memiliki warna putih kemerah-merahan dan memiliki aroma wangi khas menyengat mirip daun pandan yang dapat tercium hingga radius 100 meter.

Pulu Mandoti biasa juga disebut beras santet karena aromanya yang mengundang selera sehingga yang masak beras ini wajib memberikan kepada tetangganya.

Beras khas Enrekang tersebut hanya dapat ditemukan di Desa Salukanan dan Desa Kendenan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, yang berada diketinggian 1000 Mdpl dan kemiringan sekitar 60 derajat.

Desa tersebut berbatasan langsung dengan Desa Bone-bone, desa tanpa asap rokok yang terkenal di dunia Internasional.

Beras Pulu' Mandoti jika ditanam di tempat lain tetap bisa tumbuh, tapi aroma dan rasanya tidak akan sama dengan tempat aslinya di Desa Salukanan dan Desa Kendenan.

Beras yang hanya bisa dipanen satu kali dalam setahun dengan usia tanaman enam bulan ini, akan terhambur jika dimasak.

Sehingga jika dimasak perlu ditambahkan beras ketan biasa dengan perbandingan 5 Kg Pulu' Mandoti berbanding 1 Kg beras ketan biasa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala dinas Pertanian Enrekang, Arsil Bagenda, kepada TribunEnrekang.com, di Kantornya, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang, Selasa (14/2/2017).

Menurutnya, pihaknya sementara berkoordinasi dengan LIPI dan Unhas untuk lakukan penelitian terkait keunikan dan khasnya beras ini.

Arsil menjelaskan, perluasan area pertanian dan pengembangan beras ini sudah tidak bisa lagi karena rasanya berbeda jika ditanam di daerah lain.

"Meskipun demikian, kita akan tetap pertahanakan agar beras ini tetap ada dan menjadi ciri khas Enrekang, sehingga bisa dijadikan sebagai wisata agro," kata Arsil Bagenda.

Dia menambahkan, akan membuat kemasan 250 gr, 500 gr sampai 1 Kg khusus diikutkan untuk pameran nasional dan Internasional untuk perkenalkan beras ini.

Harga beras khas Enrekang ini tidak pernah dibawah angka Rp 30 ribu per liter, tak heran jika beras ini merupakan yang termahal dari beras jenis lainnya.

Di Pasar Sentral Enrekang harga beras Pulu' Mandoti, saat ini dibanderol Rp 36 ribu per liter.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved