Alasan Saroo Harus Bertemu Ibu dan Kakaknya Setelah Puluhan Tahun Kesasar
Sebenarnya, Guddu belum setuju adiknya yang baru berusia lima tahun itu mencari nafkah karena dianggap masih terlalu kecil.
Sarro, dua kakaknya Guddu dan Kullu, adiknya Shekila, serta ibunya, Kamla Munshi hidup dalam kemiskinan di Ganestalay atau Ganesh Talai, sebuah perkampungan warga Muslim di Khandawa, sehingga harus berjuang keras menafkahi keluarga.
Ayah mereka seharusnya menjadi "tulang punggung" keluarga pergi meninggalkan istri dan anak-anakanya entah ke mana.
Kondisi itu juga memaksa Kamla bekerja sebagai buruh kasar.
Setelah 25 tahun Saroo pergi, lalu kembali, kondisi kehidupan keluarga tak berubah.
Selain Saroo kehilangan ayah, dia juga terkejut ketika tahu Guddu yang menjadi tulang punggung keluarga ternyata telah pergi untuk selama-lamanya.
"Guddu telah tiada. Dia sekarang bersama Tuhan," kata seorang kerabat kepada Saroo dewasa.
Wali Kota, @brierley_saroo, Ibu Wali Kota & Ibu Putri waktu penayangan @LionMovie di Makassar: cerita yg luar biasa! Kembalilah Saroo! pic.twitter.com/YWxnFKiWR3
— Richard Mathews (@KonJenMakassar) January 29, 2017
Buktikan Dirinya Baik-baik Saja
Setelah 20 tahun diadopsi oleh pasangan Sue dan John Brierley di Hobart, Tasmania, Australia, batin Saroo terus bergolak untuk menemukan kembali ibunya serta kembali bersama Guddu.
Ada satu alasan kuat kenapa dia harus menemukan ibu dan kakaknya walau waktu telah memisahkannya puluhan tahun dan jarak mencapai lebih dari 10 ribu kilometer, walau dia kini telah sukses.
Baca: Film Kisah Nyata Anak Tersesat dan Cari Ibunya Pakai Google Earth Bakal Diputar di FSAI 2017
"Saya harus membuktikan kepada mereka kalau saya masih baik-saja sekarang," ujar Saroo yang terlahir bernama Sheru Munshi Khan menegaskan kepada temannya, termasuk kepada kekasihnya Lucy.
Namun, upaya membuktikan dirinya masih baik-baik saja kepada Guddu gagal lantaran sang kakak tewas akibat tertabrak kereta.(zal)