Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

opini

Perempuan untuk Nasyiah Lebih Maju

Ini hanya catatan kaki untuk penyelenggaraan Muswil Ke-13 Nasyiah yang digelar di Kabupaten Enrekang pada 27-29 Januari 2017.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Nurkanita Maruddani Kahfi 

Oleh: Nurkanita Maruddani Ashabul Kahfi
Aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah

Nasyiatul Aisyiyah adalah salah satu bagian dari organisasi otonom (ortom) Putri Muhammadiyah. Ortom ini pula yang menjadi sentrum gerakan perempuan muda Muhammadiyah.

Karena itu dalam setiap perhelatan musyawarah wilayah (muswil) Nasyiatul Aisyiyah, setiap kadernya harus menunjukkan kemandirian dalam setiap pengambilan keputusan strategis dan keputusan politik.

Ini artinya semua keputusan yang terjadi dalam setiap muswil hendaknya tidak diliputi intervensi dari pihak manapun.

Sejak dirikan pada 16 Mei 1931, Nasyiah sudah memainkan peran yang sangat berarti bagi kemajuan bangsa ini.

Dalam perjalanannya yang sudah 86 tahun, tentulah Nasyiah memiliki dinamika sendiri yang cukup menjadi ibroh atau pelajaran untuk kemudian menjadi cermin bagi kesinambungan organisasi ini.

Sebuah pepatah mengatakan bahwa Al-Maratu 'iimaadul bilaad, yang jika diterjemahkan kurang lebih mengindikasikan kekuatan tersendiri pada diri perempuan.

Perempuan adalah tiangnya negara. Jika dianalogikan perempuan sebagai tiang, maka fungsinya adalah penegak dan pengokoh sebuah bangunan.

Ini bermakna bahwa perempuan adalah instrumen kemandirian sebuah organisasi yang pada akhirnya menjadi penegak dan pengokoh ke bernegaraan dan keberbangsaan kita.

Analogi ini sejalan dengan simbol nasyiah sebagai padi. Padi atau oriza sativa adalah tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi banyak orang. Ia dapat tumbuh dan disemai dimana saja.

Belum lagi ketika kita berbicara tentang sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Nasyiah diharapkan menjadi organisasi otonom yang dapat menjadi muara keberkahan bagi banyak orang, dalam semua bidang.

Bukanlah Rasululah SAW bersabda khairukum 'anfaukum linnaas bahwa sebaik-baik kalian adalah yang menebar manfaat bagi banyak orang.

Kader Nasyiah tentu bukan orang sembarangan. Mereka dihimpun dan diikat dalam satu organisasi atau haluan yang bernafaskan filosofi padi dan filosofi keberkahan bagi umat.

Sehingga akan sangat disayangkan ketika dalam pengambilan keputusan khususnya dalam suksesi kepemimpinan nasyiatul aisyiyah ada pihak-pihak yang mencoba untuk menggiring organisasi ini pada tujuan-tujuan politik praktis.

Nasyiatul aisyiyah adalah salah satu setiap kadernya harus menunjukkan kemandirian dalam setiap pengambilan keputusan strategi dan keputusan politiknya tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved