Rafika Tewas Dibunuh

Duga Saleh Dipaksa Akui Pembunuhan, Keluarga Pikir-pikir Tempuh Jalur Hukum

Ramli tidak kuasa melihat sejumlah luka bekas penganiayaan yang terdapat dise kujur tubuh adiknya.

muslimin/tribunjeneponto.com
Pihak keluarga Saleh terduga pembunuh Rafika di Kampung Lembang Loe, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu (21/01/2017) 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Keluarga pelaku pembunuhan Rafika Hasanuddin mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.

Mereka menilai, Saleh dipaksa mengakui pembunuhan alumni UIT Makassar tersebut.

"Ada kesan keganjilan kita lihat, karena kenapa mesti disiksa dulu sedemikian rupa baru disuruh mengaku," kata Ramli terisak via telepon.

Pertimbangan itu muncul, setelah kakak Saleh, Ramli, tidak kuasa melihat sejumlah luka bekas penganiayaan yang terdapat dise kujur tubuh Saleh.

"Untuk sementara ini, masih dibicarakan langkah-langkah yang harus kita lakukan, apakah mengambil pengacara atau penasihat hukum," ujar Ramli.

Ramli juga mengaku sempat diminta Polda Sulsel untuk membujuk adiknya Saleh agar mengaku sebagai pelaku pembunuhan calon apoteker itu.

"Saya sendiri dipanggil oleh pihak Reserse Polda itu hari untuk membujuk Saleh, tapi saya tidak sanggup lihat adekku disiksa seperti itu, jadi saya tidak sempat bicara," kata Ramli.

Keluarga Saleh begitu yakin bahwa Rafika terbunuh bukan di tangan Saleh.

Pasalnya, menurut Ramli, Saleh dikenal ramah dan baik oleh warga di BTN Bauty, Gowa.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved