Polisi Masih Selidiki Kecelakaan Bus Daerah vs Taksi di Depan Gubernuran
Dalam penyidikan tersebut, polisi juga belum menemukan adanya dugaan supir ngantuk atau rem blong.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Penyidik di Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar masih lakukan penyelidikan atas kasus kecelakaan s upir bus Bintang Timur, Benyamin (36) warga Lanraki PO Bintang Timur menghantam satu taksi Bosowa di depan Gubernuran Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Senin (16/1/2017) subuh.
Dalam penyidikan tersebut, polisi juga belum menemukan adanya dugaan supir ngantuk atau rem blong.
"Korban sudah diambil pihak keluarga dan kendaraan taksi dan bus itu sudah kami amankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan atas kejadian tersebut," jelas Kanit Lakalantas Polrestabes Makassar, Iptu Kun Sundarwati, Senin (16/1/2017).
Kun menjelaskan, Bus Bintang Timur tidak mengalami kerusakan yang begitu parah, hanya rusak di bagian depan. Tapi taksi mengalami rusak berat 60 persen.
Namun akibat kecelakaan tersebut, supir taksi, Samsudin daeng Lili (56) warga Andi Tonro, kanal Jongaya kecamatan Tamalate itu tewas dalam taksi nomor DD 1813 OT dengan luka sobek di kepala.
"Laka itu terjadi tepat pada pemutaran depan pintu keluar kantor gubernur, saat itu mobil taksi bosowa hendak berputar disitu tapi mobil bus yang diduga cepat langsung menabrak taksi," kata Kun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pukul-0500-wita-menewaskan-sopir-taksi_20170116_150650.jpg)