Dana Komite SMA 1 Maros Dipakai untuk Kesejahteraan Guru
Ketua Komite SMA 1 Maros Said Jalil mengatakan, dalam rencana anggaran tersebut terdapat beberapa jenis pembiyaan khusus untuk guru.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - SMA 1 Maros meminta, dana Komite sebesar Rp 774 juta dari Rp 1,7 miliar supaya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Hal tersebut terungkap pada rapat pembahasan rencana belanja Komite periode 2016-2017, beberapa waktu lalu.
Ketua Komite SMA 1 Maros Said Jalil mengatakan, dalam rencana anggaran tersebut terdapat beberapa jenis pembiyaan khusus untuk guru.
"Pembiayaan ini seperti peningkatan kinerja guru sebanyak Rp 198 juta, pembuatan kisi-kisi dan soal untuk 23 mata pelajaran sebanyak Rp 52 juta," ujarnya, Kamis (8/12/2016).
Selain itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk honor tugas tambahan guru dan staf sebanyak Rp 342 juta. Guru yang piket juga mendapatkan anggaran sebanyak Rp 6,7 juta.
Dana untuk ujian sekolah dan ujian nasional sebesar Rp 46 juta. Pembimbin ujian dan panitia Ujian Nasional dan Sekolah mendapat anggaran Rp 73 juta.
"Untuk pelaksanaan rapat berkala selama tujuh kali, dianggarkan Rp 28 juta untuk 28 orang saja. Jadi total anggaran yang diajukan untuk menutupi hal itu sebanyak Rp 774 juta," ujarnya.
Dia melanjutkan, tingginya anggaran kesejahteraan guru tersebut menyebabkan ketegangan terjadi antara komite dan sekolah saat menggodok anggaran 2016-2017 tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/logo-tribun-timur-dot-com_20160727_135441.jpg)