Breaking News:

Penjualan Mobil Tahun 2016 Diprediksi Tak akan Lampaui 2015

Kroda Kalantara mengatakan banyak hal yang menjadi penyebab penurunan tersebut.

Penulis: Sakinah Sudin | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/SAKINAH SUDIN
Kepala Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (IBT), Kroda Kalantara 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sakinah Sudin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Tahun 2016 menyisakan sekitar satu setengah bulan lagi. Kondisi ekonomi yang belum begitu baik sejumlah bisnis ikut turun di Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satunya sektor otomotif, khususnya roda empat.

Berdasarkan data Police Register Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Polreg Samsat) yang diperoleh tribun-timur.com menyebutkan, jumlah mobil yang terjual di Sulsel 27.900 unit sepanjang Januari-Oktober 2016 atau rata-rata sekitar 2.790 unit per bulan.

Jumlah ini turun sembilan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 36.860 unit atau rata-rata berkisar 3.071 unit perbulan.

Kepala Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (IBT) Kroda Kalantara mengatakan banyak hal yang menjadi penyebab penurunan tersebut.

Salah satunya pertumbuhan ekonomi memang tidak sebagus tahun lalu. Hal lainnya, proses approval (persetujuan) kredit kendaraan dari pihak lising (perusahaan pembiayaan) semakin ketat.

"Kan di Sulsel ini, pembelian kendaraan sekitar 70-80 persen adalah kredit. Nah, karena banyak kredit macet, maka pihak lising pun lebih ketat atau selektif dalam memberikan pembiayaan," kata Kroda kepada tribun-timur.com, saat ditemui di kantornya, Jl Urip Sumoharjo, Rabu (16/11/2017).

Hal senada diungkapkan CEO Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin. Kalla Toyota selaku agen tunggal pemasaran Toyota di Sulawesi (minus Sulawesi Utara dan Gorontalo).

Terpisah, Hariyadi menuturkan pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun ini memang lebih lambat dari tahun lalu. Pada tahun lalu juga, lanjunya, pihak pemerintah provinsi Sulsel memberikan diskon pajak kendaraan yang sangat membantu pertumbuhan otomotif di semester kedua.

Sebenarnya, lanjut dia, sampai semester pertama masih lebih baik tahun ini dibanding tahun lalu. Tapi di kuartal tiga sangat berbeda disebabkan dua faktor tadi.

"Pertumbuhan ekonomi, insentif pajak, dan satu lagi sepertinya faktor tax amnesty (pengampunan pajakq menyedot dana masyarakat. Semoga saja dana yg terkumpul bisa segera tersalurkan lagi sehingga bisa menggerakkan ekonomi," imbuhnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved